Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan momentum Pemilu seharusnya adalah masa-masa cuan bagi pelaku industri makanan dan minuman (mamin).
Ia mengatakan pertumbuhan industri mamin di kuartal I 2019 diharapkan lebih baik dibanding kuartal I 2018 yang mencapai 12,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilu pasti ada dampak, meski memang kami perkirakan tidak begitu signifikan, tapi yang kami inginkan hanya iklim usaha yang kondusif. Jangan ada isu yang aneh-aneh saja terlebih dulu," jelas Adhi, Selasa (16/4).
"Nanti pemerintah katanya mau ajak diskusi lagi mengenai pertumbuhan, tapi setelah pemilu saja. Sejauh ini dari hasil lapangan, baik-baik saja (pertumbuhannya)," jelas Adhi.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto mengatakan hal serupa juga dibutuhkan industri tekstil. Pada masa kampanye dan pemilu, permintaan tekstil dan garmen memang meningkat pesat. Namun, pertumbuhannya tidak sinambung mengingat momen ini hanya terjadi selama lima tahun sekali.
Maka itu, dibutuhkan situasi yang tidak bising agar industri tekstil tetap melakukan ekspansi di tahun ini dan bisa meningkatkan ekspor. Tahun ini, industri tekstil secara keseluruhan menargetkan pertumbuhan ekspor 7 persen atau lebih rendah dari tahun lalu 13,2 persen karena beberapa mesin tekstil mengalami perbaikan.
"Harus dipastikan bahwa kepastian berusaha itu stabil, karena korbannya bukan hanya pengusaha tapi jelas rakyat Indonesia. Apalagi industri kami mempekerjakan banyak orang, kalau sampai situasinya tidak stabil, banyak orang mau makan apa?" kata Anne.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)