Digugat Pelanggaran Hak Cipta, Saham Alfamart Tak Bergerak

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 11:40 WIB
Digugat Pelanggaran Hak Cipta, Saham Alfamart Tak Bergerak Ilustrasi bursa saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) bergerak stagnan sejak pembukaan perdagangan Selasa (23/4) sampai pukul 11.22 WIB di level Rp910 per saham. Harganya sempat naik ke level Rp920 per saham, kemudian melorot ke level Rp905 per saham, sebelum akhirnya kembali stagnan.

Pergerakan saham emiten berkode AMRT itu terjadi setelah perusahaan digugat terkait dugaan pelanggaran hak cipta program Tabungan Saku oleh Bambang Widodo dan Endang Tri Rubyanti S. Proses persidangan pertama sudah dimulai pada Senin (22/4) kemarin.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan jumlah volume dan transaksi saham perusahaan yang menaungi gerai Alfamart ini memang tak besar pagi ini. RTI Infokom mencatat jumlah volume 7.800 saham dan transaksi Rp7,16 juta saham.


"Transaksinya sangat kecil, dari volumenya juga tidak terlalu tinggi," ucap Nafan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/4).


Kendati demikian, Nafan tak melihat kondisi ini disebabkan kasus hukum yang sedang menimpa perusahaan. Jika memang ada kaitannya, ia menyebut penurunan harga saham seharusnya lebih signifikan.

"Secara teknikal masih termasuk liquid, karena pola wave terlihat dengan sangat jelas," ucap dia.

Liquid artinya saham Sumber Alfaria Trijaya masih diminati oleh pelaku pasar. Jumlah penawaran (offer) dan permintaan (bid) selalu ada tiap perdagangan, khususnya di pasar reguler.

Hanya saja, ia mengakui secara valuasi memang sudah mahal. Hal tersebut terlihat dari price earning ratio (PER) yang mencapai 58,71 kali.


"Target harga saham (setahun) ini sudah tercapai di level Rp975 per saham," terangnya.

Sementara itu, Analis Anugerah Sekuritas Bertoni Rio mengatakan sentimen negatif untuk saham Alfamart karena gugatan hak cipta bersifat sementara. Sebab, kondisi fundamental perusahaan cukup positif sepanjang 2018.

"Trend bullish untuk saham (berkode) AMRT berpotensi melanjutkan rally seiring performa kinerja emiten yang masih solid maupun menjelang pengumuman dividen menjadi indikator positif," papar Bertoni.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, Sumber Alfaria Trijaya berhasil berhasil mengeruk keuntungan sebesar Rp650,13 miliar, melonjak 116,51 persen dari posisi 2017 yang hanya Rp300,27 miliar. Pertumbuhan itu terjadi seiring pendapatan yang juga tumbuh dari Rp61,46 triliun menjadi Rp66,81 triliun.


Ia menambahkan gugatan ini tak akan mempengaruhi proses pengiriman barang ke seluruh gerai Alfamart. Selain itu, kinerja perusahaan juga diprediksi tetap positif.

"Proses pengadilan tidak mempengaruhi turunnya daya beli masyarakat setelah adanya gugatan pengadialan," jelas Bertoni.

Sebelumnya, Direktur Sumber Alfaria Trijaya Solihin menyatakan proses persidangan kemarin menyangkut soal pemeriksaan surat kuasa masing-masing pihak, dari penggugat dan tergugat. Ia menegaskan pihaknya akan bersikap kooperatif.

"Sudah masuk persidangan, kami ikuti aja prosesnya," ucap Solihin.

[Gambas:Video CNN]

Informasi saja, Alfamart mulai menyelenggarakan kegiatan Tabungan Saku pada 2016 bersama PT Bank Sahabat Sampoerna. Program itu sudah berjalan di beberapa wilayah, seperti Malang, Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo. (aud/lav)