Sore Ini, Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.080 per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 16:35 WIB
Sore Ini, Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.080 per Dolar AS Rupiah berada di posisi Rp14.080 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (23/4) sore. Rupiah tercatat melemah tipis dibandingkan kemarin sore. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.080 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (23/4). Rupiah melemah tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan Senin (22/4), yakni Rp14.078 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.080 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin, yakni Rp14.056 per dolar AS. Hari ini, rupiah diperdagangkan dalam kisaran Rp14.072 hingga Rp14.086 per dolar AS.

Pada hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia lunglai terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,14 persen, baht Thailand melemah 0,14 persen, yuan China melemah 0,11 persen, rupee India melemah 0,11 persen, dan dolar Singapura melemah 0,07 persen.

Kemudian, won Korea Selatan melemah 0,02 persen dan dolar Hong Kong juga melemah 0,01 persen. Di Asia, hanya yen Jepang dan ringgit Malaysia saja yang menguat dengan nilai masing-masing 0,07 persen dan 0,08 persen.


Sementara itu, pergerakan yang bervariasi terjadi di negara maju. Euro melemah 0,06 persen, dolar Australia melemah 0,25 persen. Namun demikian, poundsterling Inggris menguat 0,08 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah tengah sedang diacuhkan karena ada kenaikan di dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun tengah. Jika di awal bulan nilainya hanya 2,4 persen, kini nilainya sudah mencapai 2,59 persen.

Di sisi lain, obligasi pemerintah AS dengan imbal hasil tiga bulan hanya beranjak 1 basis poin di periode yang sama. Artinya, ada optimisme terhadap kelangsungan pertumbuhan ekonomi AS.

Apalagi, The Fed juga sudah mengatakan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I 2019 bisa mencapai 2,8 persen atau lebih tinggi dari prediksi analis sebesar 2,2 persen. Adapun, data PDB AS akan dirilis pada Jumat, 26 April 2019 nanti.


Tak hanya optimisme pertumbuhan ekonomi, pelemahan rupiah juga disebabkan oleh naiknya harga minyak dunia. Semalam, harga minyak naik mendekati level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

"Bagi rupiah, kenaikan harga minyak berpotensi menjadi musibah. Pasalnya, Indonesia adalah negara net importir minyak yang mau tidak mau harus mengimpor demi memenuhi kebutuhan dalam negeri," jelas Ibrahim.


[Gambas:Video CNN] (glh/bir)