Memperkuat Peran Ormas Islam Membangun Ekonomi Umat

Kein, CNN Indonesia | Minggu, 28/04/2019 16:39 WIB
Memperkuat Peran Ormas Islam Membangun Ekonomi Umat KEIN mengatakan organisasi kemasyarakatan Islam macam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam pembangunan dan ekonomi. (Foto: Dok. KEIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir mengatakan organisasi kemasyarakatan Islam macam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam pembangunan dan ekonomi.

Seperti NU, Soetrisno menuturkan, memiliki peranan penting bidang ekonomi dengan penguatan kapasitas pesantren. Dia menuturkan pesantren harus banyak menghasilkan wirausahawan baru yang berperan signifikan dalam menciptakan lapangan kerja.

"Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas semakin menguat. Juga menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas sehingga mampu meningkatkan daya saing industri," kata Soetrisno, ketika menjadi pembicara dalam "Dialog Ekonomi Umat, Penguatan Peranan Pesantren Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0" di Ponpes Zainul Hasan - Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, pekan lalu.



Soetrisno menegaskan dalam menyongsong revolusi industri 4.0, menyiapkan sumber daya manusia generasi muda yang mumpuni adalah keharusan. Pesantren, kata dia, tak lagi sekadar tempat menimba ilmu pendidikan, namun perlu didorong menjadi lembaga yang memberdayakan ekonomi umat.

Oleh karena itu, kata Soetrisno, sinergitas pesantren dengan kewirausahaan menjadi penting untuk membangun ekonomi umat. Di samping tempat memperdalam ilmu agama, pesantren bagaimana pun juga bisa memberdayakan masyarakat menghadapi industri 4.0.

"KEIN, pemerintah dan pesantren bisa bersinergi menyiapkan generasi muda termasuk santri untuk bersaing dalam revolusi industri 4.0," kata Soetrisno.

Indonesia Maju

Usai Pemilu 2019, Soetrisno berharap, semua pilar dapat bersatu padu membangun negeri guna melanjutkan kerja-kerja pembangunan untuk mewujudkan Indonesia yang maju.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, KH. Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan pihaknya telah bersiap menyongsong revolusi industri 4.0.


Di samping para santri, kyai-kyai yang tergabung dengan NU tetap mengikuti perkembangan atau kemajuan teknologi informasi untuk dimanfaatkan demi kemaslahatan umat.

"Soal revolusi industri 4.0 telah dibahas pada pertemuan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar NU pada akhir Februari hingga Maret lalu," kata Mohammad. (asa)