Temui Jokowi, KEIN Usul Insentif Industri dan Perkuat Rupiah

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 17:32 WIB
Temui Jokowi, KEIN Usul Insentif Industri dan Perkuat Rupiah Presiden Joko Widodo bertemu anggota Komite Ekonomi Industri Nasional membahas kebijakan insentif yang didesain pemerintah demi mendongkrak sektor industri. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo bertemu sejumlah anggota Komite Ekonomi Industri Nasional untuk membahas kebijakan insentif yang didesain pemerintah demi mendongkrak sektor industri.

Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/8) siang. Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Erani Yustika mengungkapkan KEIN menyampaikan sejumlah masukan kepada Kepala Negara terkait pemberian insentif.

"Di industri, mereka berharap ada insentif yang didesain pemerintah untuk mendongkrak peran sektor industri dalam perekonomian," kata Erani di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (28/8).



Menurut Erani, Presiden Jokowi menyambut baik masukan terkait insentif yang diusulkan KEIN, dan akan mempelajarinya terlebih dahulu faktor yang dapat mendongkrak sektor industri dalam negeri.

Erani menegaskan, pemerintah pada dasarnya kerap memberikan insentif kepada sejumlah sektor setiap tahunnya. Sehingga, pemberian insentif bukan hal baru.

Selain itu, KEIN juga disebut menyarankan pemerintah lebih memperhatikan neraca perdagangan yang surplus serta pelemahan nilai tukar rupiah.

"Selama ini sudah dilakukan pemerintah, tapi mereka mengingatkan kembali apa yang dilakukan pemerintah diperkuat. Ada koordinasi fiskal, moneter, dan sektor riil yang makin terintegrasi," tuturnya.


KEIN, ucap Erani, tak hanya memberikan masukan tetapi juga mengapresiasi langkah pemerintah meningkatkan ekspor dan menekan impor, salah satunya melalui biodiesel 20.

"Misalnya B-20 untuk mengurangi impor minyak dan nilai tambah sawit sendiri. Untuk beberapa impor yang kira-kira ada subtitusinya di dalam negeri sehingga ada pilihan," Erani menjelaskan.


Seluruh masukan disebut diterima baik Presiden Jokowi yang kemudian menyatakan pemerintah serius mengelola defisit transaksi berjalan, mengatasi pelemahan nilai tukar, serta menggenjot produksi domestik.

"Presiden seperti biasa selalu mencatat semua masukan tadi. Biasanya jadi bahan diskusi dalam rapat kabinet atau rapat terbatas kabinet dengan menteri terkait," kata Erani. (lav/lav)