BI Masih Perlu Kaji Dampak Ekonomi Pemindahan Ibu Kota

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 07:26 WIB
BI Masih Perlu Kaji Dampak Ekonomi Pemindahan Ibu Kota Bank Indonesia (BI) mengaku masih perlu mengkaji dampak ekonomi dari wacana pemindahan ibu kota yang dilempar pemerintah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengaku masih perlu mengkaji dampak ekonomi dari wacana pemindahan ibu kota yang dilempar pemerintah.

"Kami masih mempelajari, konsepnya (pemindahan ibu kota) seperti apa. Belum mengkaji ya. Bank Indonesia masih ingin melihat dulu seperti apa konsepnya ibu kota baru," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5).

Onny mengungkapkan, kajian BI baru dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah terkait rencana tersebut.


"Setelah koordinasi baru ada kajian dan baru ada pandangan dari Bank Indonesia," ujarnya.


Pemerintah sendiri masih mematangkan rencana pemindahan ibu kota negara tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih menunggu perencanaan matang dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait anggaran dan skema biaya untuk pemindahan ibu kota tersebut.

"Jadi untuk saat ini kami akan menunggu sampai perencanaan itu matang dan kalau perencanaan itu matang berarti estimasi dari anggarannya akan jauh lebih akurat," ujar Sri Mulyani, Selasa (30/4) lalu.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro memproyeksi pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota lain membutuhkan dana sekitar US$23 miliar 33 miliar atau Rp323 triliun-Rp466 triliun.

Dari sisi sejarah kebencanaan, wilayah Sumatera bagian timur, Sulawesi bagian timur, dan Kalimantan secara keseluruhan disebut Bambang paling potensial karena minim terjadi bencana. (sfr/agi)