40 Persen Pengendara asal Bogor Diramal Beralih ke LRT

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 02:25 WIB
40 Persen Pengendara asal Bogor Diramal Beralih ke LRT Ilustrasi pembangunan proyek LRT. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Bogor memperkirakan sebanyak 40 persen pengguna kendaraan roda empat dari Bogor akan beralih menggunakan Kereta Api Ringan (Light Rapid Transit/LRT).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERC) pada 2020. Hal itu akan membuat pengendara dari Bogor harus merogoh kocek lebih besar dari saat ini. Solusi efisien ialah menggunakan LRT.

"Kenapa 40 persen? Karena tahun 2020 Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan sistem ERC. Jadi, dari Bogor ke Jakarta para pengguna mobil harus dua kali bayar tol. Ini harus diantisipasi," kata Dedie seperti dikutip Antara, Minggu (5/5).


Mantan Direktur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu juga menyebut, selain pengguna kendaraan, sebanyak 30 persen pengguna kereta rel listrik (KRL) diperkirakan beralih ke LRT. Kehadiran LRT, menurut dia, mampu mengakomodasi mobilitas 120 ribu warga Bogor per hari.


Hal itu disampaikan Dedie saat bertemu Presiden Joko Widodo usai melaksanakan salat tarawih berjemaah di Masjid Jenderal Besar Soedirman Kota Bogor Jawa Barat, Minggu (5/5) malam.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana operasional LRT yang masuk Kota Bogor.

"Konsen saya kan soal transportasi, beliau menanyakan tentang dua hal. Pertama, kesiapan Kota Bogor terkait dengan proyek LRT masuk ke Kota Bogor. Kedua, beliau menanyakan titiknya di mana, stasiun di mana, nanti kami akan koordinasikan dengan pusat," kata Dedie kepada ANTARA di Bogor usai berbincang dengan Jokowi.

Dalam kesempatan berbeda, Dedie mengungkapkan sejumlah langkah untuk menangani kemacetan di pusat Kota Bogor, selain penggunaan LRT.


Beberapa di antaranya ialah membangun jalur trem (trem way), mulai dari Terminal Baranangsiang, Tugu Kujang, Jalan Paledang, menyambung ke Taman Topi, lalu ke Jalan Pajajaran dan masuk kembali ke Baranangsiang.

Cara lain, pembangunan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIIA yang ditargetkan selesai pada Desember 2019. Kemudian, berlanjut dengan pembangunan BORR seksi IIIB. Nantinya, Tol ini akan terkoneksi dengan Jagorawi dua, yang menghubungkan Dramaga Bogor dan Depok Antasari Jakarta.

"Nantinya Pemkot Bogor akan mendapat saham dari PT Marga Sarana Jabar (MSJ)," tuturnya.

(Antara/lav)