Sentimen AS Bikin Rupiah Melemah ke Rp14.305 per Dolar AS

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 09:07 WIB
Sentimen AS Bikin Rupiah Melemah ke Rp14.305 per Dolar AS Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.305 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (6/5) pagi ini. Posisi ini melemah 0,28 persen dibandingkan penutupan Jumat (3/5) yakni Rp14.266 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,11 persen, peso Filipina melemah 0,29 persen, won Korea Selatan melemah 0,32 persen, dolar Singapura melemah 0,36 persen, dan baht Thailand melemah 0,41 persen.

Kemudian, terdapat pula mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong sebesar 0,01 persen dan yen Jepang sebesar 0,7 persen. Di sisi lain, mata uang negara maju menunjukkan pelemahan seperti dolar Australia sebesar 0,81 persen, poundsterling Inggris sebesar 0,22 persen, dan euro sebesar 0,12 persen.



Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan sejatinya indeks dolar menguat pada hari ini seiring hasil data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll/NFP) yang dirilis pada Jumat (3/5) malam. Pelaku pasar kian optimistis dengan ekonomi AS setelah data pengangguran April tercatat 3,6 persen atau menurun dari bulan lalu 3,8 persen.

Seharusnya, hal ini berdampak negatif bagi negara berkembang seperti Indonesia. Namun, hal ini bisa berbalik arah jika data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa bertumbuh baik. Adapun rencananya, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I pukul 11.00 WIB mendatang.

Untuk itu, ia memperkirakan rupiah berada di dalam rentang Rp14.200 hingga Rp14.280 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

"Dan sepertinya dari sisi teknikal bukan tidak mungkin dolar AS tidak ada koreksi. Rupiah bisa saja mengalami rebound setelah pelaku pasar melakukan profit taking setelah penguatan dolar dua pekan terakhir," jelas Deddy kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/5).

Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melemah setelah Presiden AS Donald Trump berencana menaikkan bea masuk atas impor China dari 10 persen menjadi 25 persen. Ini seolah membuyarkan harapan pelaku pasar, setelah sepekan sebelumnya hasil kunjungan delegasi AS ke Beijing terkesan penuh optimisme.


Ancaman ini bikin ketar-ketir pelaku pasar untuk masuk ke negara berkembang. Walhasil, ia meyakini rupiah akan ada di kisaran Rp14.230 hingga Rp14.330 per dolar AS hari ini.

"Dan kemudian akan ada rilis data PDB kuartal I dengan prediksi pelaku pasar 5,18 persen. Pasar mungkin baru akan bereaksi bila pencapaian di bawah 5 persen atau di atas 5,3 persen," ujar dia. (glh/agi)