Pendapatan Dua Emiten Produsen Bir Hanya Tumbuh Satu Digit

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 12:14 WIB
Pendapatan Dua Emiten Produsen Bir Hanya Tumbuh Satu Digit ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kinerja keuangan dua emiten produsen bir tak cukup apik dalam tiga bulan pertama tahun ini. Pendapatan kedua perusahaan tersebut hanya mampu tumbuh satu digit.

Ada dua perusahaan bir yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI).

Mengutip laporan keuangan masing-masing perusahaan, kenaikan pendapatan Multi Bintang Indonesia pada kuartal I 2019 tercatat sebesar 6,22 persen mencapai Rp761,75 miliar dari sebelumnya Rp717,12 miliar.


Kendati demikian, Multi Bintang Indonesia tetap lebih beruntung dibandingkan dengan Delta Djakarta. Pendapatan yang dibukukan Delta Djakarta hanya RpRp226,76 miliar, hanya naik 1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp224,5 miliar.


Sialnya lagi, emiten yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu membukukan penurunan laba bersih sebesar 1,33 persen. Walhasil, perusahaan hanya meraup laba bersih sebesar Rp85,66 miliar dari sebelumnya Rp86,82 miliar.

Sementara, laba bersih Multi Bintang Indonesia berhasil tumbuh 12,71 persen dari Rp212,49 miliar menjadi Rp239,5 miliar. Aset perusahaan tercatat naik 10,06 persen menjadi Rp3,17 triliun pada kuartal I 2019 dibandingkan dengan posisi akhir Desember 2018 sebesar Rp2,88 triliun.

Secara persentase Delta Djakarta jelas kalah, karena asetnya hanya tumbuh 5,26 persen dari Rp1,52 triliun menjadi Rp1,6 triliun. Bisa dikatakan bahwa kinerja Multi Bintang Indonesia secara keseluruhan lebih unggul ketimbang Delta Djakarta.

Realisasi ini berbanding terbalik dengan kondisi kuartal I 2018 lalu. Saat itu Delta Djakarta mencatatkan kinerja yang lebih bagus ketimbang Multi Bintang Indonesia.

Pendapatan Delta Djakarta pada kuartal I 2018 naik 3,08 persen dari Rp217,78 miliar. Realisasi itu berhasil mengerek pertumbuhan laba bersih perusahaan sebesar 11,92 persen.


Sementara, laba bersih Multi Bintang Indonesia justru turun 29,55 persen pada kuartal I tahun lalu. Hal ini lantaran pendapatan perusahaan saat itu juga melorot dari sebelumnya sekitar Rp800 miliar.

Pergerakan Saham

Walaupun kinerja Delta Djakarta memburuk pada tiga bulan pertama tahun ini, tapi pergerakan sahamnya lebih menarik daripada Multi Bintang Indonesia. RTI Infokom mencatat saham Delta Djakarta sejak awal tahun hingga perdagangan terakhir naik 24,55 persen, sedangkan Multi Bintang Indonesia hanya menguat 23,75 persen.

Namun, keduanya kompak melemah pada penutupan Senin (6/5) kemarin. Saham Delta Djakarta terkoreksi 3,18 persen ke level Rp6.850 per saham dan Multi Bintang Indonesia 1 persen ke level Rp19.800 per saham.

[Gambas:Video CNN] (aud/agi)