Menpar Ikut 'Turun Gunung' Atasi Harga Tiket Pesawat Mahal

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 19:18 WIB
Menpar Ikut 'Turun Gunung' Atasi Harga Tiket Pesawat Mahal Menteri Pariwisata Arief Yahya akan menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk membahas harga tiket pesawat yang mahal. (Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan akan menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk membahas  tarif tiket pesawat yang mahal. Pertemuan itu rencananya digelar di kantor Budi Karya pada Jumat (10/5) mendatang.

"Ya kami tetap koordinasi dan saya akan ke Kementerian Perhubungan hari Jumat nanti," ucapnya di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (8/5).

Menurut Arief, kedua menteri Kabinet Kerja itu akan membahas soal tarif tiket pesawat karena kenaikan harga yang terjadi belakangan ini kian menekan sektor pariwisata. Berdasarkan catatannya, pertumbuhan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara turun sekitar 20-30 persen sejak Desember 2018.


Penurunan pertumbuhan tersebut turut menekan pendapatan industri di sektor kepariwisataan yang rata-rata turun 20-40 persen pada periode yang sama.


Penurunan tersebut, katanya, sedikit banyak terjadi karena tingginya tarif tiket pesawat. Maka dari itu, ia berharap Budi Karya bisa mengambil langkah tepat untuk menyelesaikan isu tingginya tarif tiket pesawat.

Sebelumnya, Budi Karya menyatakan tengah mengkaji penurunan tarif batas atas dari tiket pesawat kelas ekonomi untuk penerbangan domestik. Ia melihat penurunan tarif batas atas dimungkinkan oleh Undang-Undang (UU) Nomor .

Selain itu, penurunan tarif batas atas dilihatnya akan ampuh untuk menurunkan tarif tiket pesawat. Terkait hal ini, Arief mengaku belum mengetahui pasti hitung-hitungan dampak kebijakan yang tengah dikaji Budi Karya terhadap penurunan tarif tiket pesawat.

Namun, ia berharap kebijakan Budi Karya nanti bisa menjadi solusi yang tepat. "Saya harap yang dilakukan oleh Kemenhub, yaitu menurunkan tarif batas atas akan berpengaruh positif, terutama karena menjelang Lebaran," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Arief, biasanya ketika Lebaran datang, jumlah wisatawan mancanegara memang menurun. Namun, tingkat penurunan tersebut biasanya akan ditutupi wisatawan domestik yang libur Lebaran.

"Dengan sendirinya setiap Lebaran ada tambahan 10 juta orang karena mudik, itu bisa untung pariwisata. Jadi kalau wisman (wisatawan mancanegara) turun, tapi wisatawan domestiknya naik 10 juta. Jadi kalau sekarang diturunkan tarif batas atasnya, diharapkan ada penaikan nanti," terangnya.

Sebelumnya, persoalan tarif tiket pesawat ibarat benang kusut. Teranyar, persoalan itu sampai harus ditangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution lantaran sudah mengganggu tingkat inflasi dalam beberapa bulan terakhir.

(uli/agt)