Gubernur Kaltim Klaim Bukit Soeharto Siap Jadi Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 10:56 WIB
Gubernur Kaltim Klaim Bukit Soeharto Siap Jadi Ibu Kota Baru Ilustrasi ibu kota. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyatakan kawasan Bukit Soeharto sudah memiliki infrastruktur pendukung untuk menjadi pengganti DKI Jakarta sebagai ibu kota di Indonesia. Wilayah itu sudah terhubung dengan jalan tol menuju kota Balikpapan dan Samarinda.

Ia menerangkan total luas lahan Bukit Suharto 64 ribu hektare (ha). Namun, masih bisa diperluas ke arah barat seluas 85 ribu ha dan timur 63 ribu ha. Bila dijumlah, total lahan yang berpotensi untuk dipakai seluas 212 ribu ha.

"Suasananya juga bagus sekali, kawasan ini juga berada di atas ketinggian permukaan laut 25 meter. Kalau jadi pusat pemerintahan ya harus di atas laut, jangan dekat-dekat nanti banjir," ucap Isran kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/5).


Belum lagi, ia memastikan Kalimantan Timur merupakan wilayah yang jauh dari potensi bencana alam karena tak masuk dalam area cincin api (ring of fire). Lalu, fasilitas listrik juga sudah siap menampung kesibukan pemerintah pusat nantinya.

"Listrik juga aman karena Kalimantan ini kan daerah minyak dan gas, semua fasilitas sudah aman," tegas Isran.


Kendati begitu, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan apabila Jokowi benar-benar menetapkan Bukit Soeharto sebagai ibu kota baru. Sejumlah infrastruktur berupa istana kepresidenen hingga kantor kementerian harus dibangun.

"Tapi bertahap, jadi tahun pertama setelah ditetapkan ya lakukan research dan proses desain dulu, lalu bebaskan lahan. Jadi jangan sekaligus pindah," katanya.

Isran menyebut desain kota pemerintah baru harus dilakukan secara cermat dan detail. Ia bahkan menyarankan penggunaan tenaga ahli internasional yang paham tata ruang kota.

Pemerintah pusat, menurut dia, juga harus melakukan pembebasan lahan secara adil agar tak merugikan masyarakat. Namun, ia belum memiliki hitungan pasti berapa dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan.

"Jadi ada beberapa masyarakat yang menguasai lahan di Bukit Soeharto, tapi mereka bukan pemilik, hanya dikuasai saja," ujar dia.


Berdasarkan perkiraannya, ada sekitar 100 sampai 200 orang yang menguasai lahan di Bukit Soeharto. Beberapa dari mereka memiliki kebun sawit.

"Tapi tidak apa-apa itu biasa kok," imbuh Isran.

Ia memastikan sejauh ini tidak ada penolakan dari masyarakat mengenai wacana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Isran mengaku siap kerja keras jika Jokowi sudah mengetuk palu menjadikan Bukit Soeharto sebagai pusat pemerintah baru.

Sejak Selasa (7/5) kemarin, Jokowi sudah sibuk meninjau sejumlah wilayah yang dianggap pantas menjadi calon ibu kota baru. Ia berkunjung ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah sejak Selasa (7/5) kemarin.

Jokowi meninjau Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur yang dinilainya cukup strategis karena berada di antara dua kota besar, yakni Balikpapan dan Samarinda. Sementara di Kalimantan Tengah, Jokowi mengunjungi empat wilayah sekaligus yakni Palangka Raya, Katingan, Gunung Mas, dan Pulang Pisau.

[Gambas:Video CNN] (aud/agi)