AS Resmi Kerek Tarif Impor China, Perang Dagang Memanas Lagi

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 11:50 WIB
AS Resmi Kerek Tarif Impor China, Perang Dagang Memanas Lagi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (REUTERS/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menaikkan tarif pada barang-barang China senilai US$200 miliar menjadi 25 persen pada hari ini, Jumat (10/5), meningkatkan ketegangan perang dagang antara kedua negara.

Dengan tidak adanya tindakan dari pemerintahan Trump untuk mengubah keputusan kenaikan tarif tersebut, maka Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS akan memberlakukan tarif 25 persen pada kargo yang meninggalkan AS setelah pukul 12.01 waktu setempat (04.01 GMT atau 11.00 WIB) menuju ke AS.

Dikutip dari Reuters, sebanyak lebih dari 5.700 kategori produk akan terkena dampak tarif tersebut. Namun, Juru Bicara Bea Cukai AS menyebut barang yang dikirim dari Bandara dan Pelabuhan China sebelum akhir tahun akan dikenakan tarif asli sebesar 10 persen.


Masa tenggang tidak diterapkan, seperti pada tiga putaran tarif sebelumnya yang diberlakukan pada barang-barang Tiongkok tahun lalu. Sebelumnya, pengenaan bea masuk memiliki periode pemberitahuan lebih lama setidaknya tiga minggu sebelum benar-benar berlaku.


Trump baru memberikan informasi kenaikan tarif barang kepada importir AS lima hari lalu.

Menanggapi kenaikan tarif, Kementerian Perdagangan China mengatakan sangat menyesalkan keputusan AS. Ia juga menyebut China akan mengambil tindakan penanggulangan yang diperlukan, tapi tak menjelaskan lebih lanjut.

Kenaikan tarif ini terjadi di tengah negosiasi yang dilakukan selama dua hari antara AS dan China untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan yang goyah, bertujuan mengakhiri perang dagang 10 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia. Negosiasi dilakukan sejak Kamis (9/5) dan akan berlanjut Jumat (10/5) waktu Washington.

Wakil Perdana Menteri China Liu He, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berbicara selama 90 menit pada Kamis dan diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan pada Jumat.


Sektor impor Cina terbesar yang terkena dampak kenaikan suku bunga adalah kategori modem internet, router, dan perangkat transmisi data lainnya senilai U$ 20 miliar, diikuti oleh papan sirkuit cetak senilai sekitar U$ 12 miliar yang digunakan dalam beragam produk buatan AS.

Mebel, produk pencahayaan, suku cadang mobil, penyedot debu dan bahan bangunan juga termasuk dalam daftar produk yang dikenakan tarif lebih tinggi.

Gary Shapiro, Kepala eksekutif Asosiasi Teknologi Konsumer mengatakan tarif akan dibayar oleh konsumen dan bisnis Amerika, bukan China, seperti yang diklaim Trump.

"Industri kami mendukung lebih dari 18 juta pekerjaan di AS - etapi menaikkan tarif akan menjadi bencana," kata Shapiro dalam sebuah pernyataan.

[Gambas:Video CNN]

Ia menyebut tarif yang sudah ada telah merugikan sektor teknologi Amerika sekitar US$ 1 miliar lebih sebulan sejak Oktober.

"Itu bisa menjadi hidup atau mati bagi usaha kecil dan pemula yang tidak dapat menyerap biaya tambahan," terang dia.

Ekonom dan konsultan industri mengatakan mungkin butuh tiga atau empat bulan bagi pembeli Amerika untuk merasakan dampak dari kenaikan tarif, tetapi pengecer tidak punya banyak pilihan selain menaikkan harga pada berbagai barang untuk menutupi kenaikan biaya impor sebelum terlalu lama. (Reuters/agi)