Kertajati Terbangkan Jemaah Haji dan Umrah Mulai Tahun Ini

CNN Indonesia | Sabtu, 11/05/2019 05:58 WIB
Kertajati Terbangkan Jemaah Haji dan Umrah Mulai Tahun Ini Pemerintah memutuskan seluruh embarkasi haji dan umrah bagi calon jemaah dari Jawa Barat akan diterbang dari Bandara Internasional Kertajati mulai tahun ini. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memutuskan seluruh embarkasi haji dan umrah bagi calon jemaah dari Jawa Barat akan diterbang dari Bandara Internasional Kertajati mulai tahun ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan setidaknya terdapat 20 kloter atau 4.000 jemaah haji dari Jawa Barat pada tahun ini. Apabila sarana dan prasarana belum mencukupi, pemerintah akan memprioritaskan calon jemaah dari Jawa Barat bagian timur terlebih dahulu untuk berangkat.

"Jawa Barat bagian timur itu ada Majalengka, Subang, Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, Ciamis itu (jemaah) ke sana (Bandar Kertajati). Asramanya nanti ada di hotel di Cirebon," ujarnya usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman, Jumat (10/5).

Selain haji, jemaah umrah dari Jawa Barat pemberangkatannya juga diwajibkan melalui Bandara Internasional Kertajati. Di Jawa Barat, rata-rata jemaah umrahnya mencapai 1 juta orang.


"Untuk umrah mungkin nanti setelah lebaran," jelasnya.

Saat ini, pemerintah tengah mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana yang diperlukan oleh seluruh calon jemaah mulai dari penyelenggara, asrama hingga penerbangan.

"Kalau untuk penerbangan kan cuma tinggal mindahin aja untuk yang ke Jeddah dari tadinya melalui Bandara Soekarno Hatta ke Kertajati," imbuh Budi Karya.

Selanjutnya, ia berharap dengan pemindahan embarkasi haji dan umroh ke Bandara Internasional Kertajati dapat mengurangi kepadatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

[Gambas:Video CNN]

Secara terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum menyatakan pada dasarnya sarana dan prasarana sudah siap untuk melayani kebutuhan para calon jamaah. Kendati demikian, pemerintah daerah akan terus memastikan kesiapan teknisnya.

"Kami sudah siap karena sudah dibahas dalam beberapa bulan ke belakang," ujar UU usai menghadiri rakor yang sama.

Untuk asrama haji, pemerintah memiliki 2 alternatif. Selain Cirebon, pemerintah juga mempertimbangkan Majalengka karena berdiri Islamic Center dan di pinggir kota terdapat hotel.

"Untuk penginapan atau asrama sudah tidak bermasalah, tinggal memutuskan saja di Cirebon atau di Majalengka," tandasnya.


(sfr/bir)