BEI Tagih Penjelasan Garuda soal Laporan Keuangan 2018

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 12:32 WIB
BEI Tagih Penjelasan Garuda soal Laporan Keuangan 2018 Bursa Efek Indonesia (BEI) menagih kembali penjelasan manajemen Garuda Indonesia terkait laporan keuangan 2018. Ini merupakan kedua kalinya BEI meminta Garuda. (REUTERS/Darren Whiteside).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menagih penjelasan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terkait laporan keuangan tahun buku 2018. Ini merupakan permintaan kedua kalinya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna bilang permintaan penjelasan dilayangkan usai otoritas bursa menggelar pertemuan dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) pada akhir pekan lalu.

"Jadi setelah kami ketemu (dengan DSAK), agak siang setelah diskusi, kami juga melayangkan permintaan penjelasan langsung ke Garuda Indonesia," katanya di Gedung BEI, Senin (13/5).

Bursa memberikan waktu tiga hari kepada Garuda Indonesia untuk memberikan jawaban atas permintaan penjelasan tersebut. Tenggat waktu itu terhitung sejak hari ini, Senin (13/5).


Ia menyatakan pertanyaan yang diajukan bursa masih terkait dengan detail transaksi dengan PT Mahata Aero Teknologi (Mahata) sebesar US$239,94 juta untuk penyediaan layanan konektivitas (wifi) dalam penerbangan.

"Terutama bagaimana meyakinkan bahwa pengakuan atas hak eksklusif itu bisa diakui sebagai hak eksklusif di periode 2018 atau mesti dilakukan secara proporsional," jelasnya.

Terkait pertemuan dengan DSAK, ia menuturkan dua belah pihak mendiskusikan esensi dari Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 23 tentang Pendapatan. Namun demikian, ia enggan menyampaikan hasil pertemuan dengan DSAK.

Hasil pertemuan dengan DSAK akan menambah referensi bursa dalam menetapkan keputusan nantinya ihwal kisruh laporan keuangan maskapai perusahaan plat merah itu. Meski tak merinci waktunya, ia bilang bursa akan menyampaikan keputusannya usai mendapatkan cukup informasi dari seluruh pihak terkait.


"Kami akan sampaikan sebuah positioning dari bursa setelah mendengar dari semua. Keputusan akan kami ambil setelah semua kami terima, jadi tidak memilah-milah dari mana tapi itu yang akan kami gunakan sebagai sumber pengambilan keputusan," imbuhnya.

Sebelum bertemu dengan DSAK, bursa terlebih dahulu telah bertemu dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Ia bilang bursa tengah mempertimbangkan pertemuan dengan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) guna mendalami pihak auditor laporan keuangan Garuda Indonesia.

Dalam hal ini, auditor yang dimaksud adalah kantor akuntan publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan. "Hanya saja, nanti kami akan coba konsultasi dulu secara internal (pertemuan dengan PPPK). Perkembangannya kami sampaikan Rabu (15/5)," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, dua komisaris Garuda Indonesia, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menolak untuk menandatangani laporan keuangan 2018. Keduanya memiliki perbedaan pendapat terkait pencatatan transaksi dengan Mahata senilai US$239,94 juta pada pos pendapatan. Pasalnya, belum ada pembayaran yang masuk dari Mahata hingga akhir 2018.

Berkat transaksi itu, Garuda Indonesia berhasil menyulap kinerjanya dengan mencatatkan laba bersih US$809 ribu pada 2018, berbanding terbalik dari 2017 yang merugi US$216,58 juta.


(ulf/bir)