Garuda Percaya Diri Mahata Segera Bayar Kompensasi

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 06:10 WIB
Garuda Percaya Diri Mahata Segera Bayar Kompensasi Ilustrasi Garuda Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk cukup percaya diri PT Mahata Aero Teknologi (Mahata) segera membayar kompensasi atas kerja sama layanan konektivitas dalam penerbangan. Saat ini, Mahata sedang proses finalisasi dengan investor.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan sudah mengirimkan surat tagihan kepada Mahata terkait hak kompensasi pada Januari 2019 lalu. Namun, belum ada sepeserpun dari Mahata ke kantong Garuda Indonesia sampai sekarang.

"Dari diskusi kami dengan Mahata, mereka masih finalisasi dengan investor. Investor tidak bisa disebut karena proses business to business (b to b)," ungkap Fuad, Rabu (8/5).


Walau begitu, Fuad tak menyebut pasti apakah perusahaan memberikan batas waktu kepada Mahata untuk mencicil pembayaran tersebut. Namun, ia memastikan Garuda Indonesia tetap memiliki hak tagih jika kerja sama ini putus di tengah jalan.


"Jadi tidak perlu khawatir, hak tagih tidak hilang walaupun kontrak diputus," ucap Fuad.

Diketahui, Mahata dan Garuda Indonesia meneken kerja sama pada Oktober 2018 dan diperbaharui lagi pada Desember 2018. Total pendapatan yang diraih Garuda Indonesia dari kerja sama itu sebesar US$241,9 juta.

Kerja sama itu berlaku selama 15 tahun. Masing-masing pihak akan melakukan evaluasi kerja sama setiap dua bulan sekali, sehingga bisa diputus jika dalam perjalanannya tak sesuai dengan kesepakatan.

Fuad menjelaskan kerja sama ini sangat menguntungkan bagi Garuda Indonesia karena perusahaan tak perlu mengeluarkan modal sepeserpun. Sementara, Garuda Indonesia memilik kewajiban menyediakan pesawat untuk dipasang layanan konektivitas tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Lalu ini hitungannya berbagi keuntungan, jadi buat Garuda Indonesia tidak ada ruginya mau kontrak 10 tahun atau 15 tahun tidak masalah," tutur Fuad.

Ia tak meragukan kualitas Mahata meski perusahaan itu masuk dalam jenis perusahaan rintisan (startup). Pasalnya, Mahata sudah lebih dulu memiliki kontrak kerja sama dengan Lufthansa system, Lufthansa Tecnic, dan Inmarsat.

Selain itu, Mahata sudah didukung oleh induk Global Mahata Grup yang mempunyai 10 ribu karyawan yang menaungi beberapa lini usaha seperti pertambangan, timah, inflight connectivity, dan tenaga keamanan. Nilai bisnis Global Mahata Grup sendiri disebut-sebut sebesar US$640,5 juta.

Sebelumnya, dua komisaris Garuda Indonesia bernama Chairal Tanjung dan Dony Oskaria enggan menandatangani laporan keuangan 2018 karena tak setuju dengan keputusan manajemen menjadikan piutang dari transaksi kerja sama Mahata menjadi pendapatan perusahaan.

Masalahnya, keputusan manajemen membuat laporan keuangan Garuda Indonesia melambung pada 2018. Jika pada 2017 lalu perusahaan merugi US$216,58 juta, pada 2018 lalu maskapai ini sudah membukukan laba bersih sebesar US$809,84 ribu.

(aud/agt)