Pengelola Mal Bekasi Khawatir Kalah Saing dengan e-Commerce

CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 07:15 WIB
Pengelola Mal Bekasi Khawatir Kalah Saing dengan e-Commerce Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengelola pusat perbelanjaan di Bekasi mengisyaratkan kekhawatirannya terhadap penurunan transaksi di mal-mal wilayahnya. Bahkan, ada potensi perlambatan transaksi mencapai 10 persen selama ramadan dan jelang lebaran akibat pola belanja masyarakat beralih ke e-commerce.

"Pertumbuhan trafik belanja di mal pada ramadan tahun ini akan lebih rendah karena faktor online. Pada periode yang sama tahun lalu, pertumbuhannya bisa 20-25 persen. Tapi, tahun ini hanya meningkat 10-15 persen," tutur Jaelani, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan (APPBI) Bekasi, Jawa Barat, mengutip Antara, Senin (13/5).

Dari total 17 mal yang beroperasi di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, menurutnya, seluruhnya terdampak persaingan usaha dengan bisnis e-commerce. Sektor-sektor usaha yang paling terpengaruh, yaitu produk fesyen.

Untuk mengurangi tekanan persaingan usaha dengan e-commerce, penyewa mal tengah mensiasati dengan menawarkan diskon selama ramadan dan lebaran.


"Saat ini, ada tenant yang menggelar promo buy one get one, potongan harga hingga 70 persen, dan sebagainya. Ada pula tenant yang bersinergi dengan online, sebab tidak semua e-commerce memiliki gudang," imbuh Jaelani.

Kendati pesimis, pengelola mal masih melihat secercah harapan pada pekan kedua dan ketiga ramadan, yaitu jelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja.

Harapan itu akan ditangkap pengelola mal dengan menggelar strategi midnight sale, serta pesta diskon.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, Head of Business Development ShopBack Indonesia Yolanda Margaretha menyebutkan pertumbuhan transaksi e-commerce selama ramadan diperkirakan mencapai tiga hingga lima kali lipat besarnya dari bulan-bulan biasanya.

"Pada periode yang sama 2018, penjualan e-commerce mulai menanjak pada sepuluh hari menjelang ramadan dan akan berlanjut hingga lebaran dengan rata-rata nominal belanja mencapai Rp1,2 juta per konsumen," terang dia.

Hasil survei yang digelar ShopBack terkait perilaku belanja konsumen selama ramadan melansir 53,5 persen responden mengaku menghabiskan 25 persen THR untuk belanja online.

"Baru-baru ini, kami melakukan survei terhadap 6.500 responden di lima kota besar, yaitu Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Hasilnya, 25 persen THR mereka akan dibelanjakan melalui online," tandasnya.


(Antara/bir)