Data Penjualan Motor Diramal akan Dorong Penguatan IHSG

CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 06:46 WIB
Data Penjualan Motor Diramal akan Dorong Penguatan IHSG Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bangkit dari keterpurukan pada perdagangan Selasa (14/5) ini. Data penjualan motor yang positif diperkirakan bakal mendongkrak pasar saham yang belakangan ini terus merosot.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya yakin penjualan motor bulan lalu bakal meningkat dari sebelumnya. Peningkatan tersebut menunjukkan ekonomi dalam negeri bisa dikatakan masih cukup positif.

"Ini dapat menopang pola gerak IHSG sebagai salah satu wahana investasi di Indonesia," kata William seperti dikutip dari risetnya, Selasa (14/5).


Ia meramalkan IHSG bergerak dalam rentang support 6.123 dan resistance 6.336. Pelaku pasar disarankan mengoleksi saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).


Sebaliknya, Analis Binaartha Sekuritas Muhwmmad Nafan Aji Gusta Utama melihat IHSG masih berada salam tren pelemahan. Tren tersebut menunjukkan  belum ada tanda-tanda indeks akan bergeser ke zona hijau.

"Terlihat pola (pergerakan) yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," ungkap Nafan dalam risetnya.

Ia meramalkan level support IHSG hari ini berkisar 6.066-6.101. Sementara, Nafan menetapkan level resistance di area 6.203-6.272.

Kendati IHSG diprediksi masih melemah, ia tetap merekomendasikan sejumlah saham seperti PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT PP Properti Tbk (PPRO).

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, IHSG kemarin terjungkal hingga ke level 6.135 dengan pelemahan 1,18 persen. Mayoritas pelaku pasar asing masih menarik dananya dari pasar saham dalam negeri, sehingga mereka tercatat jual bersih atau net sell di all market sebesar Rp694,78 miliar.

Tak sendirian, bursa saham Wall Street juga merosot cukup tajam pada penutupan tadi malam. Dow Jones terkoreksi 2,38 persen, S&P500 2,41 persen, dan Nasdaq 3,41 persen.


 
(aud/agt)