Pemerintah Gandeng Perusahaan Tingkatkan Kualitas SDM

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 23:06 WIB
Pemerintah Gandeng Perusahaan Tingkatkan Kualitas SDM Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta perusahaan ikut terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta perusahaan ikut terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal itu bisa dilakukan dengan memberi pendidikan dan pelatihan vokasi kepada lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi.

"Ke depan biar bisa lebih konkret, salah satu yang akan kita dorong adalah, bagaimana optimalisasi pelibatan perusahaan. Mereka bisa ikut dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM kita," kata Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/5).

Hanif menyebut saat ini pemerintah masih mematangkan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang akan dibahas dalam rapat berikutnya. Menurutnya, pemerintah masih mencoba memetakan ketersediaan tenaga kerja lebih dahulu.


Pemerintah, kata Hanif, akan melihat kondisi SMK, Balai Latihan Khusus (BLK), maupun lembaga pelatihan kerja dan sertifikasi yang sudah ada. Selanjutnya akan dilihat juga kapasitas dalam menghasilkan SDM berapa banyak.


"Nanti kami lanjutkan pemetaan demand side, misalnya apa sektor yang butuh, profesinya apa, segala macam. Setelah itu, baru kita cari terobosan yang bisa digenjot," ujarnya.

Politikus PKB itu menyatakan saat ini di sejumlah kementerian sudah banyak memiliki pusat pelatihan. Balai pelatihan-pelatihan yang ada di kementerian itu, kata Hanif, yang akan dikonsolidasikan dan koordinasikan.

"Jadi siapa yang melakukan apa, jadi lebih jelas. Pokoknya harus optimal hasil," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato menyebut kalangan industri mendorong agar vokasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Menurutnya, sudah ada beberapa perusahaan yang membangun politeknik.


"Kami akan dorong industri-industri untuk dirikan politeknik. Kalau vokasi kan link and match itu kerjasama antara industri dengan SMK, seperti yang sudah dilaksanakan itu kita perdalam, fasilitasi dan kesiapannya," kata Airlangga.

Politikus Partai Golkar menyebut beberapa perusahaan yang sudah membangun politeknik seperti Indorama dan Astra, yang baru memulai pembangunan. Menurutnya, model yang dilakukan kedua perusahaan itu akan diterapkan oleh perusahaan lain.

"Kan Astra kemarin sudah bangun politeknik. Indorama kemarin. Yang lain sesudah super deductible tax diterbitkan, nanti kami akan kumpulkan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (fra/lav)