Pemerintah Ingin Belanja Modal Lampaui Rp200 Triliun di 2020

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 16:07 WIB
Pemerintah Ingin Belanja Modal Lampaui Rp200 Triliun di 2020 Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah ingin belanja modal naik jadi Rp200 triliun pada APBN 2020 mendatang. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menargetkan alokasi belanja modal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 bisa di atas Rp200 triliun. Target dibuat karena pemerintah ingin pos belanja tersebut bisa menopang fokus pembangunan sumber daya manusia tahun depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan alokasi belanja negara akan meningkat pada tahun depan. Meski belum menyodorkan angka pasti pertumbuhan pengeluaran, namun pemerintah sudah memasang asumsi belanja negara akan mencapai kisaran 14,4 persen sampai 15,4 persen terhadap pendapatan nasional (Produk Domestik Bruto/PDB).

Menurut bendahara negara itu, asumsi peningkatan tersebut berasal dari keinginan pemerintah untuk meningkatkan alokasi belanja modal dalam rangka mendukung pembangunan SDM di Tanah Air. Misalnya, dengan belanja infrastruktur untuk mendukung keterampilan tenaga kerja hingga berbagai program prioritas di sektor pendidikan, kesehatan, dan jaring pengaman sosial.


"Kami belum tahu berapa jumlahnya, tapi diharapkan bisa di atas Rp200 triliun. Kalau tahun ini hanya sekitar Rp180 triliun untuk belanja modal," ungkapnya.


Sebagai informasi, alokasi belanja modal di APBN 2019 sebesar Rp189,34 triliun. Namun, realisasi penggunaan pos pengeluaran itu baru senilai Rp15,86 triliun atau 8,37 persen dari total alokasi pada April 2019.

Pertumbuhan penggunaan pos belanja tersebut terkontraksi 15,07 persen dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan realisasi penggunaan anggaran belanja pada periode Januari-April 2019 lebih cepat terjadi untuk belanja bantuan sosial, belanja pegawai, dan belanja barang. Belanja bantuan sosial misalnya, sudah mencapai Rp54 triliun atau 55,64 persen dari alokasi tahun ini.

Untuk belanja pegawai sudah mencapai Rp66,09 triliun atau 29,45 persen dari alokasi pada periode yang sama. Kemudian, belanja barang sudah menyentuh Rp65,16 triliun atau 18,91 persen dari target.

Artinya, untuk tahun depan, pemerintah ingin ada pergeseran prioritas belanja ke belanja modal dari saat ini lebih ke belanja bantuan sosial, pegawai, dan barang.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu memastikan kebijakan belanja negara akan diupayakan lebih baik pada tahun depan. Sebab, pemerintah ingin hasilnya lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, peningkatan kualitas tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas, serta daya beli.

"Pemerintah juga ingin mengalokasikan belanja untuk stabilitas dan antisipasi ketidakpastian dengan mitigasi risiko bencana alam," terangnya.

Untuk mengejar target penggunaan alokasi belanja negara yang lebih baik, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan menyortir lagi berbagai program pengeluaran. Selain itu, pemerintah tidak menutup kemungkinan efisiensi untuk belanja yang kurang perlu, serta memprioritaskan belanja dari sisi kualitas dan dampak program. (uli/agt)