RAPBN 2020, Defisit Anggaran Dibidik Cuma 1,52-1,75 Persen

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 16:53 WIB
RAPBN 2020, Defisit Anggaran Dibidik Cuma 1,52-1,75 Persen Ilustrasi rapat di Gedung DPR. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menargetkan defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 sebesar 1,52 persen sampai 1,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Target defisit tersebut lebih rendah dari target tahun ini sebesar 1,84 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit akan diupayakan lebih rendah karena pemerintah akan berupaya untuk mengejar penerimaan negara yang lebih besar pada tahun depan. Meski porsi belanja negara juga akan meningkat.

"Postur defisit akan terukur dan kami terus menjaga sumber-sumber pembiayaan yang kreatif dalam APBN 2020 serta dilaksanakan dengan hati-hati," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (20/5).


Bendahara Negara itu mengatakan defisit akan diupayakan lebih rendah dengan mendorong rasio pajak sebesar 11,8 persen sampai 12,4 persen dari PDB. Rasio pajak merupakan perbandingan penerimaan pajak dari pendapatan nasional alias PDB.


Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditargetkan mencapai 2 persen sampai 2,5 persen dari PDB. Dengan begitu, pos penerimaan bisa menopang kebutuhan belanja yang diproyeksi mencapai kisaran 14,4-15,4 persen dari PDB pada tahun depan.

Tak hanya dengan meningkatkan pos penerimaan, ia memastikan pemerintah juga akan mengembangkan skema dan mekanisme pembiayaan sebagai tambahan amunisi dalam menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran negara.

"Pemerintah akan terus mendorong peran swasta dalam pembiayaan pembangunan melalui kerangka Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), termasuk mendorong penerbitan instrumen pembiayaan kreatif lainnya," terangnya.


Tak ketinggalan, ia menekankan pemerintah juga masih akan menggunakan utang sebagai salah satu instrumen pembiayaan -pada tahun depan. Namun, ia meyakinkan penggunaan utang akan tetap dilakukan dengan hati-hati. Sebab, pemerintah ingin rasio utang tetap berada di kisaran 30 persen dari PDB.

Di sisi lain, tak hanya defisit anggaran yang diharapkan menurun, Sri Mulyani juga berharap keseimbangan primer bisa disulap dari negatif menjadi positif. Sementara para tahun ini, keseimbangan primer diperkirakan masih negatif sekitar Rp20,11 triliun.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi defisit anggaran negara sebesar 0,63 persen dari PDB per April 2019. Sementara itu, keseimbangan primer minus Rp18,44 triliun. Sedangkan rasio utang sebesar 29,65 persen per akhir bulan lalu.

[Gambas:Video CNN] (uli/lav)