Ia mengaku meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil agar lahan tersebut dibuatkan sertifikat dan diserahkan ke rakyat.
"Saya telepon langsung saat itu menteri BPN, untuk segera dibuatkan sertifikat. Serahkan pada rakyat. Rakyat akan kami bimbing untuk bekerja," ujarnya, saat meresmikan Bendungan Rotiklot, Kabupaten Belu, NTT, Senin (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, ia tak menyebut berapa luasan lahan yang akan diserahkan kepada masyarakat untuk memproduksi garam.
Lebih lanjut Jokowi mengaku menerima laporan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat bahwa satu orang yang menggarap lahan untuk produksi garam dalam sebulan bisa menghasilkan Rp15 juta.
Bila digarap serius, ia meyakini akan banyak masyarakat NTT yang kesejahteraannya meningkat.
Lihat juga:Tujuh Importir Garam Bantah Terlibat Kartel |
Calon presiden petahana itu mengaku sudah tak memiliki beban dalam mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat.
Jokowi mengatakan butuh ketegasan untuk menyelesaikan masalah yang ada di depan mata. "Kalau untuk rakyat, untuk masyarakat, kita selesaikan. Saya sekarang nggak ada beban apa-apa. Mau putusin apa ayo, tak putusin sini, asal untuk rakyat, untuk negara saya putusin," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (fra/bir)