Produsen Nike dan Adidas Khawatirkan Perang Dagang

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 10:47 WIB
Produsen Nike dan Adidas Khawatirkan Perang Dagang Ilustrasi sepatu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen sepatu ternama seperti, Nike, Adidas, Under Armour, dan merek lainnya mengkhawatirkan kecamuk perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Mereka mengatakan perang dagang bisa menjadi bencana.

Maklum, sepatu memang menjadi salah satu daftar produk yang diusulkan untuk dikenakan tarif impor oleh AS. Atas kekhawatiran itulah, mereka bersurat kepada Presiden AS Donald Trump, Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow. 

Dalam surat tersebut, mereka mengatakan setiap peningkatan tarif atas produk alas kaki impor asal China akan berdampak langsung dan jangka panjang pada kehidupan masyarakat AS. "Ini juga akan mengancam kelangsungan ekonomi banyak perusahaan dan industri kami," kata mereka seperti dikutip dari CNN.com, Selasa (21/5).


Sebagai informasi perang dagang antara AS dan China kembali memanas awal bulan ini. Peningkatan ketegangan terjadi setelah pemerintahan Presiden Trump memutuskan untuk menaikkan tarif impor barang bernilai US$200 miliar dari China.


Selain kenaikan tersebut, Trump juga masih berencana untuk memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen atas barang impor senilai US$325 miliar asal China. Beberapa barang yang masuk dalam daftar produk yang terkena tarif tersebut adalah, sepatu kets, mainan dan produk konsumen lainnya.

Kalau tarif jadi diberlakukan, distributor dan pengecer alas kaki Amerika memperkirakan bahwa mereka akan terkena biaya tambahan US$7 miliar per tahun untuk pelanggan sepatu di AS. Pasalnya, China adalah mata rantai utama dalam rantai pasokan untuk perusahaan sepatu AS.

Menurut data dari kelompok perdagangan industri ritel AS, China menyumbang 72% dari semua alas kaki yang diimpor ke Negeri Paman Sam pada 2017 lalu.

Sekitar 26% alas kaki Nike (NKE) dan 26% dari pakaian Nike diproduksi di Cina pada tahun fiskal 2018.

[Gambas:Video CNN]

"Kami dapat meyakinkan Anda (Trump) bahwa setiap kenaikan biaya impor sepatu memiliki dampak langsung pada konsumen alas kaki Amerika, "tulis perusahaan-perusahaan dalam surat mereka.  

Dalam surat mereka kepada Trump, perusahaan tersebut juga mengatakan mereka tidak dapat dengan cepat menggeser produksi keluar dari China.

"Alas kaki adalah industri yang sangat padat modal, dengan perencanaan bertahun-tahun diperlukan untuk membuat keputusan sumber, dan perusahaan tidak bisa hanya memindahkan pabrik untuk menyesuaikan dengan perubahan ini," katanya.

(CNN.com/agt)