Fed Buka Kemungkinan Pangkas Bunga Acuan Jika Inflasi Meleset

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 04:03 WIB
Fed Buka Kemungkinan Pangkas Bunga Acuan Jika Inflasi Meleset Ilustrasi bunga acuan. ( CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank sentral Amerika Serikat The Fed membuka kemungkinan untuk memangkas suku bunga acuan. Pemangkasan sebagaimana disampaikan akan dilakukan jika inflasi di AS tidak sesuai harapan.

Presiden Federal Reserve Bank of ST. Louis James Bullard mengatakan jika inflasi jatuh di bawah 2 persen atau di bawah target Fed, bank sentral akan memangkas suku bunga. Pemangkasan akan dilakukan walaupun ekonomi AS tumbuh sesuai dengan momentumnya.

"Risiko Fed kehilangan target inflasi 2 persen adalah tantangan ekonomi makro utama bagi Komite Kebijakan Pasar Terbuka (FOMC) untuk membuat keputusan suku bunga, selain perang dagang," katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/5).


The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak empat kali pada sepanjang 2018 kemarin jadi 2,25 persen- 2,5 persen. Kebijakan suku bunga acuan tersebut sampai saat ini masih mereka pertahankan.


Suku bunga masih dipertahankan di level 2,25 persen02,5 persen. Gubernur bank sentral AS Jerome Powell  awal Mei lalu mengatakan tidak ada alasan kuat untuk mengubah kebijakan suku bunga acuan, apalagi sampai menurunkannya.

Tapi Bullard Rabu ini mengatakan kebijakan tersebut perlu disesuaikan turun walaupun ekonomi AS membaik. Penyesuaian diperlukan demi menjaga kredibilitas FOMC ke depan.

"Pergerakan suku bunga kebijakan semacam ini dapat menjadi opsi yang lebih menarik jika data inflasi terus mengecewakan," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(Reuters/agt)