Tambah Armada, Blue Bird Siapkan Belanja Modal Rp1,5 Triliun

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 08:37 WIB
Tambah Armada, Blue Bird Siapkan Belanja Modal Rp1,5 Triliun Blue Bird menyiapkan belanja modal sebesar Rp1,5 triliun. Belanja modal untuk menambah armada baru, peremajaan, serta pengembangan aplikasi My Blue Bird. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Blue Bird Tbk menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun. Angka itu meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,2 triliun.

Direktur Keuangan Blue Bird Sandy Permadi menjelaskan perseroan telah menyerap anggaran belanja modal sebesar Rp350 miliar pada kuartal I 2019. Dana itu digunakan untuk menambah armada baru, peremajaan armada lama, serta pengembangan aplikasi My Blue Bird.

"Hingga kuartal I 2019 belanja modal untuk pembelian armada baru, peremajaan kendaraan di semua segmen bisnis mencapai Rp350 miliar," ujarnya, Rabu (22/5).

Perusahaan dengan kode saham BIRD tersebut juga akan mulai fokus bisnis non taksi, yakni bisnis angkutan darat dengan sistem antar jemput atau shuttle bus antar kota antar provinsi (AKAP).


Untuk menunjang bisnis AKAP ini, perseroan telah menyelesaikan akuisisi PT Citra Tiara Global sebagai pemilik merek Cititrans. Akuisisi dilakukan melalui anak usaha Blue Bird, PT Trans Antar Nusabird pada 1 Maret 2019 lalu dengan dengan nilai transaksi sebesar Rp115 miliar.

Terkait dengan bisnis taksi listrik, Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono menerangkan perseroan belum berencana menambah investasi pada taksi listrik tahun ini. Besaran investasi masih sejalan dengan target awal, yakni Rp40 miliar untuk menyediakan 30 unit taksi berbahan bakar listrik.

Taksi listrik ini sendiri baru dioperasikan untuk melayani penumpang pada 1 Mei 2019. "Kami akan memperhitungkan sesuai laporan di atas kertas sesuai dengan kenyataan operasionalnya. Jadi, setelah itu kami akan kembangkan lagi," katanya.

Dalam pengembangan ini, lanjutnya, perseroan bakal menjajaki kerja sama dengan Agen Pemegang Merek (APM) selain merek BYD dan Tesla. Saat ini, 30 taksi listrik Blue Bird bekerja sama dengan BYD dan Tesla, terdiri dari 25 unit MPV BYD e6 sebagai Bluebird dan lima unit SUV Tesla Model X untuk Silverbird.


Perluasan kerja sama ini bertujuan untuk mencapai target jangka panjang perseroan, yakni mengoperasikan 2.000 unit mobil listrik pada 2020 sampai 2025.

"Kami undang lagi APM kendaraan listrik baik dalam maupun luar negeri lainnya, untuk memastikan model selanjutnya kami sesuai dengan spek yang dibutuhkan dan perhitungannya feasible," imbuh Adrianto.

Untuk tarif taksi listrik, ia menyebut perseroan masih mematok tarif yang sama untuk taksi listrik dan taksi berbahan bakar minyak (BBM).

[Gambas:Video CNN]

Itu berarti, tarif awal Blue Bird dipatok sebesar Rp6.500. Selanjutnya, biaya per kilometer (km) ditetapkan sebesar Rp4.100. Sedangkan untuk tarif awal Silver Bird saat ini mencapai Rp13.000-Rp17.000. Lalu, penumpang dikenakan biaya Rp7.000-Rp9.000 per km.

"Walaupun memang dari sisi kendaraan jauh lebih mahal, sehingga belum menutup selisih dari saving beban listrik terhadap beban premium, belum cukup untuk menutupi itu. Makanya kami masih jalankan kerja sama ke depannya dengan APM untuk kendaraan listrik," tandasnya.


(ulf/bir)