Gencar Bangun Tol, Jasa Marga Siapkan Belanja Modal Rp20 T

CNN Indonesia | Senin, 15/04/2019 23:47 WIB
Gencar Bangun Tol, Jasa Marga Siapkan Belanja Modal Rp20 T Ilustrasi Jasa Marga. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp20 triliun sepanjang 2019. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun ruas jalan tol.

"Target belanja modal tahun ini sebesar Rp20 triliun," kata Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal, Senin (15/4).

Ia menjelaskan sumber pendanaan belanja berasal dari pinjaman perbankan, penerbitan dana Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK Dinfra) penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN), dan zero coupon bond.


Perusahaan operator jalan tol itu telah mengantongi KIK Dinfra sebesar Rp423,5 miliar. Perseroan menargetkan raihan dana KIK Dinfra sebesar Rp1 triliun.


Perseroan telah mencatatkan produk yang diberi nama DINFRA Toll Road Mandiri-001 ini di Bursa Efek Indonesia, hari ini Senin (15/4). Dalam peluncuran ini, perseroan menggandeng PT Mandiri Manajer Investasi (MMI).

Direktur Utama Mandiri Manajer Investasi Alvin Pattisahusiwa mengatakan minat investor pada DINFRA Toll Road Mandiri-001 cukup tinggi. Dari total dana yang masuk, sebanyak 60 persen berasal dari investor ritel.

"Demand (permintaan) sudah lebih dari Rp1 triliun, waktu peluncuran sekitar Rp423 miliar dan akan terus tambah. Ini juga masih menunggu investor yang masih mempersiapkan sehingga kami menunggu sampai akhir Mei," katanya.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menuturkan aset penyertaan atau underlying asset KIK Dinfra ini adalah ruas tol Gempol-Pandaan. Tol sepanjang 13,61 kilometer (Km) ini dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT).


Ia menuturkan pemilihan tol Gempol-Pandaan sebagai underlying aset telah mempertimbangkan sisi trafik, nilai investasi, dan kondisi finansial perusahaan.

"Dinfra ini paling pas di Tol Gempol-Pandaan, karena miliki karakter tersendiri. Kami masih mencari mana yang bisa kami lempar ke market (pasar)," katanya.

Sebelumnya, Jasa Marga telah menerbitkan instrumen pendanaan untuk mengembangkan proyek jalan tol, selain pendanaan dari perbankan dan kas internal. Pada 2017, perseroan menerbitkan surat utang global berdenominasi rupiah, Komodo Bond di London Stock Exchange (LSE). Dari penerbitan ini perseroan berhasil meraih dana Rp4 triliun.

Selain itu, perusahaan dengan kode saham JSMR ini telah meluncurkan produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri Pendapatan Tol Jagorawi pada 2017 senilai Rp1,85 triliun.

[Gambas:Video CNN]

Lalu pada 2018, perseroan kembali meluncurkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) senilai Rp3 triliun. Dalam skema ini, investor menempatkan dananya pada RDPT yang dikelola oleh manajer investasi yang juga dikelola oleh MMI. Selanjutnya, MII mengakuisisi 20 persen kepemilikan saham di tiga anak usaha jalan tol (APJT) yang dimiliki Jasa Marga, yaitu PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK), melalui Special Purpose Company (SPC). (ulf/lav)