Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan perusahaan menyediakan dua jenis taksi, yakni 25 blue bird dan sisanya lima mobil silver bird. Nantinya, perusahaan akan menambah persediaan taksi berbahan bakar listrik secara bertahap.
"Jadi, investasi itu untuk semua. Kami kerja sama dengan perusahaan manufaktur untuk spesifikasi yang memungkinkan," ujarnya, Senin (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan untuk keuntungan semata," imbuhnya.
"Kami akan menghilangkan 434.095 kg emisi CO2 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter," terang Andrianto.
Untuk jangka panjang, ia menyebut perusahaan berkomitmen menambah 2.000 unit mobil listrik mulai 2020 sampai 2025. Dengan ribuan mobil listrik itu, ia berharap bisa meminimalisir penggunaan BBM hingga 94.909.091 liter.
Lihat juga:BCA Akuisisi Bank Royal Rp1 Triliun |
"Target pemerintah 20 persen-30 persen kendaraan listrik pada 2035 mendatang. Kami punya acuan yang sama. Semoga sebelum 2035 realisasi lebih dari itu," jelas Andrianto.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi langkah Blue Bird yang memulai menyediakan mobil listrik sebanyak 30 unit.
Menurutnya, langkah ini bisa membantu pemerintah mengurangi impor minyak. "Impor energi itu setahun Rp350 triliun, jadi tidak baik ke defisit neraca transaksi berjalan," tuturnya.
Makanya, ia amat berharap Blue Bird semakin menambah kapasitas taksi berbahan bakar listrik nya secara bertahap. Ia juga meminta perusahaan mengedepankan bahan lokal.
"Jangan ragu pemerintah mendukung," pungkas Luhut.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)