Rupiah Makin Gagah ke Posisi Rp14.300 per Dolar AS

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 16:22 WIB
Rupiah Makin Gagah ke Posisi Rp14.300 per Dolar AS Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.392 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (24/5) sore. Rupiah melesat 0,61 persen dibanding penutupan Kamis (23/5), yaitu Rp14.480 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah di posisi Rp14.451 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin, yakni Rp14.513 per dolar AS. Hari ini, rupiah berada dalam rentang Rp14.392 hingga Rp14.470 per dolar AS.

Sore hari ini, seluruh mata uang utama Asia sebagian besar menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,09 persen.

Kemudian, yuan China menguat 0,1 persen, baht Thailand menguat 0,19 persen, dolar Singapura menguat 0,22 persen, rupee India menguat 0,53 persen, dan peso Filipina menguat 0,57 persen.


Namun, pergerakan bervariasi terjadi di negara maju. Euro menguat 0,02 persen dan poundsterling Inggris sebesar 0,19 persen, hanya dolar Australia yang melemah 0,03 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar kini mulai memprediksi bahwa bank sentral AS The Fed akan memangkas suku bunga acuan Fed Rate setelah data-data ekonomi AS yang dirilis Kamis (23/5) kemarin terbilang mengecewakan.

Pertama, penjualan rumah baru AS pada April turun 0,4 persen secara bulanan ke angka 5,19 juta unit atau turun 4,4 persen jika dibanding secara tahunan. Kemudian, indeks manufaktur AS juga terjun ke angka 50,6 pada Mei dari posisi 52,6 pada April lalu.

Data ini bikin dolar mengerang setelah sebelumnya International Monetary Fund (IMF) memperingatkan AS mengenai bahaya perang dagang yang dilakukannya dengan China.

[Gambas:Video CNN]

"Pasar menilai peluang penurunan suku bunga karena kerusakan dari ketegangan perdagangan diperkirakan lebih besar dari yang dibayangkan," jelas Ibrahim, Jumat (24/5).

Kemudian, ia juga mengatakan ada aksi jual dolar secara besar-besaran yang tercermin dari aksi di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Data BI mencatat bahwa transaksi DNDF hingga hari ini tercatat US$608 juta atau lebih tinggi ketimbang pekan kemarin US$352 triliun.

"Sehingga ini mendukung pergerakan nilai tukar yang stabil, dan rupiah mengalami penguatan," tandas dia.


(glh/bir)