Kemenhub Pastikan Keselamatan Pemudik di Ketapang-Gilimanuk

Kemenhub, CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 19:30 WIB
Kemenhub Pastikan Keselamatan Pemudik di Ketapang-Gilimanuk Suasana Pelabuhan Ketapang. (Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi meminta faktor keselamatan dan keamanan diprioritaskan untuk pelaksanaan angkutan lebaran di Lintas Ketapang-Gilimanuk.

Dia menuturkan semua sarana yang dipakai masyarakat harus dilakukan ramp check. Diketahui, sedikitnya 32 unit kapal akan beroperasi dan 100 persen sudah dilakukan ramp check atau kelaikan kapal penyeberangan tersebut.

"Memastikan keselamatan sarana dengan melakukan ramp check, menyediakan fasilitas keselamatan seperti life jacket, sekoci yang ada di dalam kapal sesuai kapasitasnya. Pastikan juga jumlah manifest," kata Budi dalam rilisnya, Minggu (26).


Dia menuturkan lintasan Ketapang-Gilimanuk berbeda karakter dengan Merak-Bakauheni. Puncak arus mudik Ketapang-Gilimanuk terjadi pada tanggal H-3 karena sebagian besar pemudik berasal dari sektor informal mendapatkan hak libur pada tanggal tersebut.

Pertumbuhan Penumpang

GM PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk Fahmi Alweni menjelaskan bahwa puncak arus mudik terjadi pada H-3 dan H-2.

"Terjadi pertumbuhan penumpang 5 persen, roda 2 juga 5 persen, sementara roda 4 di atas 10 persen. Selain untuk mencegah adanya antrean, kami juga menerapkan sistem pembayaran nontunai," kata Fahmi.

Dia menuturkan pihaknya menambah jumlah loket di Pelabuhan Ketapang yaitu tiga loket penumpang, delapan loket kendaraan R2, dan sembilan loket kendaraan R 4, untuk mengantisipasi antrean.


Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik HZ menyampaikan bahwa dari pihak kepolisian akan ada operasi bertajuk Operasi Ketupat Semeru sepajang 29 Mei-10 Juni. Di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, bakal tersedia pos pelayanan dan pos terpadu, ada Call Center dan CCTV untuk memantau pergerakan kapal dan situasi pelabuhan.

"Dan setiap 2-3 jam kami akan melakukan pantauan dari udara dengan drone," kata Taufik.
(asa)