Mudik, Ada Opsi Buka Tutup Tol untuk Salatiga dan Boyolali

Kemenhub, CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 19:05 WIB
Mudik, Ada Opsi Buka Tutup Tol untuk Salatiga dan Boyolali Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menggelar Rapat Koordinasi soal Penanganan Ruas Jalan Alternatif di wilayah Tingkir, Salatiga dan Boyolali.

Dia menuturkan pihaknya mengamati beberapa kota yang mungkin terjadi hambatan dan ada potensi kemacetan terutama karena kendaraan yang langsung masuk jalan kabupaten setelah keluar dari tol.

"Kami juga akan rakor ke Jawa Barat di Nagreg, Garut, dan Bandung untuk penanganan pasar Limbangan," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5).


Dia mengatakan persoalan di Salatiga dan Boyolali hampir serupa yaitu begitu kendaraan keluar tol, maka akan bertemu jalan kecil sehingga berpotensi macet. Budi menuturkan karakter jalannya sempit, banyak tikungan dan perlintasan jalan kampung.


Sehingga, lanjut Budi, akan dilakukan buka tutup di pintu tol. Jika sudah terjadi kemacetan, maka arah pintu masuk akan ditutup

"Tetapi situasional dan bergantung dari kepolisian. Kami berharap di pintu tol Boyolali dan Tingkir akan ada penambahan gate keluar sehingga akan mempercepat arus lalu lintas," kata Budi.

Menurut Budi, hambatan yang paling berat di jalan nasional adalah keberadaan pasar tumpah yang butuh penanganan dari pemerintah daerah. Salah satu masalah adalah upaya untuk mengurangi parkir di sisi jalan.

Selain itu, kata dia, pihaknya menyiapkan zebra cross pada lokasi tertentu jadi masyarakat tidak boleh menyeberang di sembarang tempat.

Guna mengantisipasi macet panjang, Budi pun meminta untuk tiap wilayah menyediakan petugas kesehatan demi menghindari kondisi seperti di Brexit beberapa tahun lalu.


Jalur Rawan Kecelakaan

Sementara itu, Kasatlantas Salatiga AKP Marlin juga menyebutkan bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah jalur rawan kecelakaan, kemacetan di pusat-pusat kegiatan publik serta simpang dengan volume kendaraan. Selain itu, ada pula efektifitas penanganan antrean, serta optimalisasi jalur alternatif.

"Kami juga telah menyiapkan empat pos pantau di sepanjang jalan utama, dan satu pos lagi di depan terminal. Masyarakat juga akan kami beri imbauan bahwa jalan-jalan yang kecil ini ada beberapa yang harus kita tutup," katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Sidqon Effendi menyatakan bahwa ada beberapa permasalahan lalu lintas di Salatiga khususnya di gerbang keluar Tol Tingkir yaitu:

1. Ruas Jalan Tingkir Barukan yang sempit.
2. Banyaknya akses pergerakan lokal.
3. Arus lalu lintas dari exit tol menuju beberapa kota: Salatiga, Magelang, Ambarawa, Yogyakarta, dan Temanggung.
4. Arus lalu lintas dari Jalur Lingkar Selatan, arah kota, dan Boyolali yang menuju tol dan ke Gemolong.
5. Sirkulasi lalu lintas bus dan kendaraan pengantar dan penjemput yang keluar masuk terminal.

Oleh karena itu Dishub Salatiga beserta Polres Salatiga akan menerapkan pembatasan akses sepanjang ruas jalan Tingkir Barukan (Terminal-Exit Tol) serta penerapan kondisi satu arah pada situasi tertentu.

Demikian pula halnya dengan di Boyolali juga akan menerapkan pembatasan akses jalan situasional, terlebih kondisi jalan begitu keluar tol lebih sempit (+/- 6 meter) daripada yang di Salatiga. (asa)