Setelah Menguat Sejak Kamis, Rupiah Melemah Lagi Pagi Ini

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 08:47 WIB
Setelah Menguat Sejak Kamis, Rupiah Melemah Lagi Pagi Ini Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.386 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasar spot Rabu (29/5) pagi. Posisi ini melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa (28/5) yakni Rp14.375 per dolar AS.

Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang melemah seperti baht Thailand sebesar 0,02 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,12 persen, peso Filipina sebesar 0,18 persen, dan won Korea Selatan sebesar 0,43 persen.

Kemudian, terdapat pula mata uang yang menguat terhadap dolar AS, seperti dolar Singapura sebesar 0,01 persen dan yen Jepang sebesar 0,06 persen. Sementara dolar Hong Kong tidak menunjukkan pergerakan terhadap dolar AS.


Di sisi lain, mata uang negara maju menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Pagi ini, euro tercatat menguat 0,08 persen, dolar Australia menguat 0,06 persen, dan poundsterling Inggris menguat 0,01 persen.


Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, utamanya perang dagang.

Perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negara adidaya itu belum siap membuat kesepakatan dengan China. Bahkan, ia menyebut bahwa tarif AS atas barang impor China di masa depan bisa semakin besar. Kondisi ini, menurut dia, investor khawatir bahwa perang dagang tak akan usai.

Kemudian, hasil pemilihan umum parlemen Uni Eropa juga bikin indeks dolar AS kian perkasa. Sebab, setelah hasil pemilu keluar Senin (27/5), ternyata parlemen dari 28 negara anggota Uni Eropa sudah membuat kubu-kubu tersendiri. Ini yang membuat pelaku pasar melepas euro sebagai aset aman (safe haven) dan kembali lagi menggenggam dolar AS.


Namun, ada kemungkinan pelemahan rupiah bisa tertahan karena kini imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun sedang berada di kisaran terendah sejak September 2017. Kini, imbal hasilnya ada di angka 2,253 persen atau sudah membaik dibanding kemarin 2,243 persen.

Dari sisi dalam negeri, tensi politik pasca kerusuhan 21 dan 22 Mei kemarin sudah mulai mereda. Kini, investor tengah menanti (wait and see) kepastian pemilihan presiden pasca Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

"Tinggal menunggu putusan MK dan sepertinya proses tahapan Pemilu 2019 sudah selesai. Untuk hari ini, rupiah di rentang Rp14.346 hingga Rp14.395 per dolar AS," jelas Ibrahim, Rabu (29/5).


[Gambas:Video CNN]


(glh/agi)