FedEx 'Ikut-ikutan' Trump Blokir Pengiriman Paket ke China

CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 08:58 WIB
FedEx 'Ikut-ikutan' Trump Blokir Pengiriman Paket ke China Ilustrasi FedEx. (REUTERS/Mike Blake).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China melakukan investigasi terhadap FedEx, perusahaan penyedia jasa pengiriman, setelah mengalihkan dua paket yang ditujukan ke China. Paket dikirimkan oleh Huawei dari Jepang ke China tersebut diketahui mendarat di Amerika Serikat (AS).

Pemerintah China curiga FedEx memblokir pengiriman paket Huawei. Langkah ini seperti menyamai sikap Presiden AS Donald Trump yang memblokir penggunaan perangkat Huawei, perusahaan teknologi raksasa asal China.

Pernyataan resmi Pemerintah China menyatakan tindakan FedEx telah secara serius merusak hak dan kepentingan klien yang sah, dan melanggar undang-undang dan peraturan China tentang sektor pengiriman ekspres. Karenanya, Pemerintah China berencana menyelidiki permasalahan ini.

"Kami menyambut operasi sah perusahaan asing di China. Tetapi, jika mereka melanggar hukum di China, kami perlu menyelidikinya sesuai dengan hukum yang berlaku di China," ujar Wakil Menteri Perdagangan sekaligus Wakil Negosiator Perdagangan China Wang Shouwen, seperti dilansir CNN.com, Senin (3/6).


Hingga kini, belum diketahui isi dua paket yang dikirimkan dan telah dibelokkan ke AS tersebut. Sejatinya, paket itu dikirim dari Jepang menuju China. Namun, perusahaan kurir Negeri Paman Sam tersebut mengaku melakukan kesalahan, sehingga mendaratkan paket ke AS.

FedEx sendiri mengklaim telah menyampaikan permohonan maafnya. "Hubungan kami dengan Huawei Technologies dan hubungan kami dengan semua pelanggan kami di China, sangat penting bagi kami. FedEx akan sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan yang dilakukan Pemerintah China," demikian keterangan resmi perusahaan.

Kepala Pejabat Hukum Huawei Song Liuping menuturkan bahwa pihaknya menerima permintaan maaf FedEx. Namun demikian, perusahaan tidak mengurangi rasa curiga terhadap tindakan pengalihan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Saya pikir tidak benar bagi perusahaan mana pun untuk mencegat atau menahan dokumen atau informasi individu. Hak-hak kami telah dilanggar dan kami dapat mengklaim dan membela diri kami jika itu benar," tegas dia.

Apalagi, lanjut dia, insiden pengalihan paket terjadi ketika hubungan AS dengan China memanas karena nasib pemblokiran Huawei. Diketahui AS getol mengkampanyekan perang melawan Huawei.

Bulan lalu, Trump memasukkan Huawei dalam daftar perusahaan yang merusak kepentingan AS. Ia bahkan memaksa para perusahaan kelas kakap AS untuk memutuskan hubungan dengan Huawei.


(CNN/bir)