Trump Sebut AS 'Tak Siap' Damai Dagang dengan China Sekarang

CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 06:03 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pihaknya belum siap membuat kesepakatan damai dagang dengan China sekarang ini. Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya belum siap damai damai dagang dengan China. (REUTERS/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa saat ini pihaknya belum siap untuk mengakhiri perang dagang dengan China. Ia mengatakan AS belum siap untuk membuat kesepakatan dengan China agar perang dagang yang sudah berkecamuk setahun belakangan ini bisa segera dihentikan.

"Kami belum siap untuk membuat kesepakatan dan saya pikir kami baru akan membuat kesepakatan dengan China di masa depan," katanya seperti dikutip dari CNN.com, Senin (27/5).

Trump yakin keputusannya tersebut akan didukung oleh petani AS. Ia juga yakin perang dagang akan semakin menekan China.


"Saya tidak percaya dalam tarif ini, China dapat terus membayar ratusan miliar," katanya.


AS dengan China setahun belakangan ini terlibat dalam perang dagang sengit. Perang dagang dipicu oleh defisit neraca dagang AS dengan China.

Pada sepanjang 2017,  neraca dagang AS dengan China tercatat mengalami defisit US$357,23 miliar atau sekitar Rp5.000 triliun lebih. Defisit tersebut membuat Presiden Trump marah.

Ia menuduh defisit terjadi akibat kecurangan dagang yang dilakukan China terhadap negaranya. Trump kemudian menabuh genderang perang dagang terhadap China.

Mulai pertengahan tahun lalu, Trump mengenakan tarif 10 persen atas impor produk China bernilai US$200 miliar. Tarif berlaku mulai 24 September 2018.

[Gambas:Video CNN]

Tak mau kalah, China membalas serangan tersebut dengan memberlakukan tarif atas impor barang senilai US$60 miliar asal AS. 

AS dengan China pada awal 2019 sampai dengan 30 April berusaha mengatasi konflik tersebut dengan menggelar perundingan dagang. Tapi sayangnya sampai saat ini perundingan belum membuahkan hasil.

Trump menuduh, China memang tidak memiliki keinginan baik untuk mengakhiri perang dagang dengan negaranya. Atas dasar itulah, mulai awal Mei lalu pemerintahannya memutuskan untuk menaikkan tarif pada barang-barang China senilai US$200 miliar menjadi 25 persen pada hari ini, Jumat (10/5) lalu.




(CNN.com/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK