Jelang Lebaran, Harga Daging dan Cabai Kian Melesat

CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 15:26 WIB
Jelang Lebaran, Harga Daging dan Cabai Kian Melesat Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga bahan pangan terpantau kian melesat mendekati Lebaran atau hari raya Idul Fitri. Kenaikan harga bahan pangan terutama terjadi pada cabai merah keriting, bawang putih, serta daging sapi.

Imanudin (27), seorang pedagang di Pasar Senen Jaya, Jakarta Pusat mengatakan harga cabai merah keriting naik hingga 50 persen.

Sebelum Ramadan hingga awal bulan puasa, ia menjual cabai merah keriting di kisaran Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram (kg). Namun, mulai pekan ketiga Ramadan hingga mendekati Lebaran, ia menjual bahan pangan tersebut seharga Rp60 ribu per kg.


Ia mengaku mau tidak mau menaikkan harga lantaran ada kenaikan harga di tingkat grosir, yakni dari Pasar Induk Kramat Jati di kawasan Jakarta Timur.

"Mereka (pedagang di Kramat Jati) bilang harga cabai merah keriting naik karena musim petik sedikit bergeser, namun ketika bergeser, ternyata tenaga pemetiknya sudah tidak ada," ucapnya saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Senin (3/6).


Faktor ini, sambungnya, juga menjadi penyebab kenaikan harga pada komoditas cabai rawit merah. Harga rawit merah yang semula dibanderol di kisaran Rp12 ribu sampai Rp15 ribu per kg, kini naik menjadi Rp25 ribu per kg.

Hanya cabai rawit hijau yang tidak mengalami perubahan harga sejak sebelum Ramadan hingga jelang Lebaran.

Selain 'keluarga cabai', kenaikan harga juga terjadi pada kelompok sayur-sayuran. Akri (30), pedagang sayur-sayuran di pasar yang sama mengatakan harga tomat sayur naik dari kisaran Rp15 ribu per kg menjadi Rp18 ribu per kg.

Jelang Lebaran, Harga Daging dan Cabai Kian MelesatKenaikan harga jelang Lebaran terutama terjadi pada daging sapi dan cabai. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)

Lalu, kentang dan wortel naik dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp15 ribu per kg. "Semakin dekat Lebaran, semakin naik walau pelan-pelan sekitar Rp1.000 per kg per minggunya," ungkapnya.

Begitu pula dengan 'keluarga bawang', Iwan Dardini (40) menuturkan bawang merah sempat menyentuh kisaran Rp40 ribu per kg pada pertengahan Ramadan. Meski, kini harganya sudah mulai turun menjadi Rp35 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu per kg pada awal Ramadan.

"Ini 'ngikutin' harga di pasar induk saja sih, kan kemarin memang sempat hujan, jadi gagal panen, stok agak berkurang dan harga naik," terangnya.


Sementara harga bawang putih yang semula berada di rentang Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kg pada awal Ramadan, kini naik menjadi Rp35 ribu per kg. "Kalau bawang putih memang tergantung kualitas soalnya stok pasti ada dari impor. Ini kebetulan saya cuma jual yang jenis honan atau banji," ucapnya.

Kasim (43), pedagang daging sapi mengaku juga menaikkan harga jual komoditas yang dijualnya jelang Lebaran. Saat ini, daging sapi dijualnya sekitar Rp120 ribu per kg. Padahal, sebelum Ramadan, harga daging dibanderol di kisaran Rp105 ribu sampai Rp110 ribu per kg.

Kendati begitu, menurut Kasim, kenaikan harga daging sapi masih terbilang rendah. Beberapa tahun sebelumnya, kenaikan harga biasanya bisa mencapai 30-50 persen akibat permintaan yang meningkat drastis. "Kalau sekarang stabil-stabil saja ya dari sebelum sampai dekat Lebaran, jadi naiknya pun cuma sedikit, hanya karena pasokan saja," ujarnya.

Sementara harga daging ayam broiler dengan tulang, dijual Marlina (31) di kisaran Rp35 ribu per kg. Sedangkan daging ayam tanpa tulang mencapai Rp50 ribu per Harga kedua daging ayam ini, menurut dia, masih cukup stabil sejak sebelum bulan puasa. Kenaikannya masing-masing hanya sebesar Rp5 ribu per kg.

"Mungkin besok naiknya hanya Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per kg karena sudah mau takbiran," tuturnya.


Dari seluruh bahan pangan, harga telur ayam yang terpantau paling stabil. Kartono (50) mengatakan harga telur ayam hanya naik Rp1.000 per kg sejak awal Ramadan hingga saat ini, yaitu dari Rp23 ribu menjadi Rp24 ribu per kg. "Stabil banget, permintaannya juga stabil saja," celetuknya.

Seperti halnya kondisi harga bahan pangan di Pasar Senen, harga-harga di Pasar Gondangdia juga mengalami kenaikan jelang Lebaran. Eko (45), pedagang daging sapi di pasar yang berada di dekat stasiun itu mengatakan kenaikan harga mencapai Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kg. Saat ini, daging sapi dijual di kisaran Rp130 ribu sampai Rp140 ribu per kg.

"Stoknya mulai menipis soalnya di pedagang eceran, jadi harga naik sedikit," jelasnya.

Sri Suryani (40) mengatakan harga sejumlah sayur-sayuran juga sedikit meningkat jelang Lebaran. Harga cabai rawit merah menembus Rp40 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu per kg. Begitu pula dengan wortel yang naik dari Rp10 ribu menjadi Rp13 ribu per kg.

Tak ketinggalan, bawang putih dan bawang merah kompak naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kg. "Memang dari pasar induk naik, saya hanya menyesuaikan. Stoknya mungkin berkurang," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Omzet Turun

Kendati harga sejumlah bahan pangan meningkat, namun hal ini rupanya tak sejalan dengan pendapatan yang berhasil dikantongi para pedagang. Imanudin justru mengeluh bahwa pendapatannya turun hampir 50 persen pada Ramadan kali ini dibandingkan bulan puasa tahun lalu.

Ia menduga penyebabnya karena jumlah pembeli yang cenderung berkurang. Menurutnya, beberapa langganannya mulai mengurangi volume pembelian, khususnya kalangan ibu rumah tangga.

"Kalau yang usaha warteg, rumah makan, mungkin kalau harga naik ya mereka tinggal naikkan, jadi cenderung sama belinya, mungkin kalau turun hanya sedikit. Kalau yang ibu-ibu mungkin jadi berhemat ya, pendapatan saya turunlah," ungkapnya.

Ia membandingkan, misalnya sejak awal Ramadan hingga jelang Lebaran ini, pendapatan yang bisa dikantongi hanya sekitar Rp2 juta per hari. Jumlah ini, katanya, relatif sama dengan pendapatan sebelum bulan puasa. "Padahal biasanya Ramadan itu lebih tinggi pendapatannya, sekarang sama-sama saja," jelasnya.

Sementara Ramadan tahun lalu, ia mengaku bisa mengantongi Rp5 juta per hari pada hari-hari puncak jelang Lebaran. "Rata-rata kalau Ramadan tahun lalu bisa Rp3 juta lah sehari," ucapnya.


Senada, Eko mengatakan penjualan pada Ramadan kali ini tak setinggi bulan puasa sebelumnya. Namun, ia tak tahu pasti apa yang membuat para pembelinya tak bergairah belanja. Ia hanya menduga, mungkin karena situasi memang sedang tidak kondusif, sehingga masyarakat malas belanja ke pasar tradisional.

"Atau apa mereka sekarang belanja di supermarket, tidak tahu juga. Yang jelas ya kalau dibilang turun, ya ada turunnya 20 persen, 25 persen lah," ujarnya.

Hitung-hitungannya, sehari biasanya ia bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta per hari. Namun, saat ini hanya sekitar Rp3 juta per hari. Ia pun berharap pemerintah bisa turun membantu para pedagang di pasar tradisional dengan memastikan pasokan dan harga terus stabil, sehingga masyarakat kembali bergairah belanja di pasar. (uli/agi)