Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Banjiri Jalanan

CNN Indonesia | Sabtu, 01/06/2019 19:50 WIB
Kementerian Perhubungan menyebut jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi darat meningkat. Namun, pengguna pesawat menurun jauh. Ilustrasi pemudik. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan mensinyalir peningkatan jumlah pemudik moda transportasi darat dipicu oleh mahalnya harga tiket pesawat. Moda transportasi darat yang banyak dimanfaatkan pemudik, antara lain pengguna kendaraan pribadi.

"Iya betul. Sekarang kan tiket pesawat naik, jadi ada kenaikan (di darat)," terang Ketua Posko Harian Hubungan Darat Endi Irawan di Gedung Kementerian Perhubungan, Sabtu (1/6).

Ia merinci hingga H-4 pagi perayaan lebaran, total sepeda motor yang lalu lalang naik 63 persen dibandingkan tahun lalu. Hingga pukul 08.00 WIB, sebanyak 162.141 pengguna sepeda motor masuk arah Merak, Sadang, Balonggandu, Rancaekek, Prupuk, Pejagan, Tegal, dan Kendal.

Sementara, 88.277 pengguna mobil kecil masuk ke delapan titik yang sama. Padahal, tahun lalu, hanya 37.461 mobil kecil yang masuk. Ini berarti peningkatannya menyentuh 35 persen.


Di sisi lain, penumpang pesawat diklaim melorot hingga 39,19 persen. Hingga pukul 06.40 WIB, total penumpang pesawat yang diangkut cuma 704.254 orang, jauh di bawah realisasi tahun lalu, yakni 1.158.213 orang.

Adapun, total pesawat yang berangkat hingga pagi tadi sebanyak 5.726 penerbangan. Jumlah ini turun 37,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 9.219 penerbangan.

Menurut Endi, selain persoalan mahalnya harga tiket pesawat, jalan tol Trans Jawa juga menjadi pemikat pemudik untuk menggunakan kendaraan pribadinya.

"Jadi, mereka ingin menikmati perjalanan," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran Mohamad Pramintohadi Sukarno menyebut jalur tol baru hingga Surabaya dan Malang menjadi pilihan baru bagi para pemudik.

"Tahun ini ada akses baru jalan tol Jawa yang sampai Surabaya. Tentu itu akan mempengaruhi pilihan transportasinya," tandasnya.


(chr/bir)