Ironi Pemudik Kapal Laut Naik, Pendapatan Buruh Panggul Turun

CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 13:36 WIB
Ironi Pemudik Kapal Laut Naik, Pendapatan Buruh Panggul Turun Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Malang betul nasib Ahong (40 tahun), buruh panggul di Pelabuhan Merak. Ia mengaku pendapatannya berkurang pada arus mudik lebaran 2019. Tak tanggung-tanggung, penurunan pendapatannya bahkan menyentuh 50 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya.

Pada arus mudik tahun sebelumnya, Ahong mengaku pendapatannya per hari mencapai Rp300 ribu. Kini, ia harus rela hanya mengantongi Rp150 ribu per hari.

Pun demikian, ia menyiratkan keikhlasan. "Meskipun pendapatan menurun, tetapi kebutuhan untuk lebaran, cukup. Kami tetap bahagia, karena masih mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga," ujarnya, seperti dilansir dari Antara, Senin (3/6).

Hal serupa juga dialami Herman (50 tahun). Warga Kramatwatu, Kota Serang, Banten, ini mengaku biasa mengantongi Rp400 ribu dalam sehari beroperasi mengangkut barang-barang pemudik di Pelabuhan Merak.


Namun, sampai H-3 lebaran, ia hanya meraup pendapatan Rp200 ribu per hari. Herman sendiri berprofesi sebagai buruh panggul selama 25 tahun terakhir. Dari profesinya tersebut, ia mampu menyekolahkan tiga orang anak-anaknya hingga Sekolah Menengah Umum (SMU).

Penurunan pendapatan buruh panggul Pelabuhan Merak yang menurun disinyalir karena jasa pengantar yang disediakan perusahaan penyeberangan. Apalagi, jasa tersebut tak dipatok biaya alias gratis.

Meskipun, seluruh buruh panggul yang ada di Pelabuhan Merak dibawah pengawasan langsung otoritas pelabuhan. Bahkan, mereka diberi seragam agar lebih tertib.

Ironisnya, penurunan pendapatan buruh panggul terjadi di tengah peningkatan jumlah pemudik yang menyeberangi Pelabuhan Merak. Data PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (Persero) atau ASDP melansir, pemudik yang menggunakan jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak mencapai 682.446 orang pada H-7 atau 29 Mei hingga H-3 atau 2 Juni 2019.


Solikin, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, mengatakan pemudik lebaran 2019 memang meningkat dibandingkan tahun lalu. Namun, ada indikasi penumpang pengguna jasa penyeberangan meningkat akibat dampak kenaikan harga tiket pesawat.

"Juga beroperasinya jalan tol sepanjang 200 kilometer (Km) di Pulau Sumatera," ujarnya, mengutip Antara, Senin (3/6).

Secara umum, pemudik lebaran 2019 meningkat 16,6 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, beberapa segmen mengalami penurunan, dan segmen lain meningkat. Misal, penumpang pejalan kaki menurun pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Begitu juga segmen penumpang yang menggunakan roda dua terjadi peningkatan hingga di atas 30 persen. Artinya, pemudik tahun ini tingkat kesejahteraan cukup baik karena mereka mudik menggunakan sepeda motor.
[Gambas:Video CNN]
Pemudik lebaran 2019 pada H-7 sampai H-3 tercatat terdiri dari penumpang pejalan kaki 93.179 orang dan penumpang dalam kendaraan 589.267 orang.

Sedangkan, penumpang pemudik menggunakan sepeda motor tercatat 64.263 unit, kendaraan roda empat 74.755 unit, bus 3.498 unit, truk 4.958 unit dan kendaraan roda empat lebih 83.209 unit.

Selama ini, penumpang pejalan kaki maupun penumpang di atas kendaraan dapat diseberangkan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

"Kami terus menganalisis pemudik penumpang tahun 2019, karena trennya mengalami peningkatan," tandasnya.


(bir)