Tol Terbanggi Besar-Simpang Pematang Buka-Tutup saat Lebaran

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 04:12 WIB
Tol Terbanggi Besar-Simpang Pematang Buka-Tutup saat Lebaran Ilustrasi (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan skema buka tutup di Tol Terbanggi Besar-Simpang Pematang yang ada di Provinsi Lampung saat arus balik Lebaran 2019.

Rencananya, arus masuk ke jalan tol tersebut akan dibuka pada pukul 06.00 WIB dan ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan skema ini dilakukan untuk memperlambat laju kendaraan yang menuju Pelabuhan Bakauheni. Tujuannya, agar kepadatan aktivitas di pelabuhan tidak memuncak pada waktu-waktu tertentu saja, namun merata di sepanjang hari.

Selain itu, Kemenhub juga akan menerapkan skema pengalihan arus bila terjadi antrian masuk ke Pelabuhan Bakauheni mengular sepanjang 1 kilometer (km). Pengalihan arus akan dilakukan pada kendaraan yang melalui Tol Lampung Bakauheni.

Menurutnya, sebagian kendaraan akan tetap keluar dari pintu keluar tol. Namun, sebagian lain akan dikeluarkan ke kawasan Simpang Hatta dan Kalianda. Bahkan, bila antrian keluar Tol Lampung Bakauheni mengular sampai 4 kilometer, maka sebagian kendaraan pemudik akan dikeluarkan di pintu keluar Tol Sidomulyo.

"Skema-skema itu merupakan cara kami memperlambat pergerakan pemudik untuk tidak menggunakan jalan tol, tapi keluar ke jalan arteri supaya penumpukan di Bakauheni bisa cair," ucap Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (4/6).

Skema buka tutup dan pengalihan arus akan dilakukan pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 7 Juni sampai 9 Juni 2019. Skema tersebut diputuskan Kemenhub bersama Badan Litbang Perhubungan dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten.

Lalu, juga disepakati oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, perwakilan Ditlantas Polda Banten dan Polda Lampung, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung, Dishub Provinsi Banten, hingga PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Tbk selaku operator penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni-Merak.
Skema Bongkar Muat

Tak hanya mengatur skema lalu lintas menuju Pelabuhan Bakauheni, Budi mengatakan pemerintah turut memberlakukan skema baru pada proses bongkar muat kapal yang melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.

Skema yang akan diterapkan, yaitu proses muat penumpang hanya akan dilakukan di dermaga 5 dan 6 yang ada di Pelabuhan Bakauheni. Sementara proses bongkar di Pelabuhan Merak hanya dilakukan di dermaga 4, 5, dan 7.

"Selama arus balik, pergantian kapal hanya dilakukan di Pelabuhan Merak. Untuk di Pelabuhan Bakauheni, pergantian kapal hanya dilakukan dalam kondisi darurat," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan waktu bongkar muat selama 45 menit saja.

"Dengan port time 45 menit maka penuh atau tidak, begitu sudah 45 menit langsung berangkat, ini untuk mempercepat," tekannya.

Kebijakan ini akan diterapkan untuk jenis kapal dengan muatan di atas 5 ribu GT. Namun, bila ada kapal bermuatan di bawah 5 ribu GT yang cukup lama waktu bongkar muatnya, maka setelah 45 menit akan tetap diberangkatkan.


(eks/eks)