Secara rinci, Kemenhub mencatat penumpang H-7 Idul Fitri, atau Rabu (29/5) sebanyak 231.578 penumpang. Angka ini menurun 20,01 persen dibanding tahun sebelumnya yakni 289.522 penumpang.
Kemudian, penumpang pada H-6 Idul Fitri, atau Kamis (30/5) tercatat 180.102 penumpang atau turun 39,62 persen dibanding tahun sebelumnya 298.257 penumpang. Jumlah ini merupakan angka pembaruan per pukul 20.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan penurunan ini bukan semata-mata disebabkan karena mahalnya tarif tiket pesawat yang selama ini santer jadi buah bibir masyarakat. Namun menurutnya, ada faktor lain yang menyebabkan minat masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat terbang kian melempem.
"Jadi asumsi saya selama masa lebaran, jumlah penumpangnya setidaknya akan sama seperti tahun kemarin," tutur Budi di Kementerian Perhubungan, Kamis (30/5).
Faktor kedua, lanjut dia, adalah berfungsinya tol Trans Jawa. Budi beralasan, makin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi darat setelah Merak hingga Surabaya sudah tersambung dengan jalan tol.
Apalagi, kini sudah ada perusahaan otobus yang sudah melintasi tol Trans Jawa di masa mudik kali ini. Beberapa di antaranya adalah Rosalia Indah, Sinar Jaya, dan Lorena. Adapun, tujuh perusahaan bus ini sudah mulai beroperasi sejak Senin (27/5).
"Karena sudah banyak yang shifting ke darat, saya berpesan ke operator untuk meningkatkan kualifikasinya. Secara bersamaan, kami juga akan terus memperbaiki sarana pendukungnya, seperti terminal," papar dia. (glh/rea)