Cegah Macet, ESDM Imbau Pemudik Penuhi BBM Sebelum Masuk Tol

CNN Indonesia | Minggu, 09/06/2019 10:35 WIB
Cegah Macet, ESDM Imbau Pemudik Penuhi BBM Sebelum Masuk Tol Ilustrasi pengisian BBM. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengantipasipasi kemungkinan peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) saat arus balik Lebaran 2019. Antisipasi dilakukan dengan mengimbau masyarakat yang berkendara jarak jauh mengisi penuh tangki bensin sebelum berangkat atau sebelum memasuki jalan tol.

Imbauan diberikan terkait pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalan tol.

"Rekayasa lalu lintas arus balik one way di jalan tol (sebaiknya) dimanfaatkan masyarakat untuk mengisi bensin penuh sebelum memulai perjalanan arus balik, (itu juga untuk) mengantisipasi padatnya jalan serta penuhnya rest area," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Bandung, dalam keterangan resmi dikutip (9/6).


Sementara itu, berdasarkan laporan Tim Posko Nasional Sektor ESDM pada Sabtu (8/6), konsumsi bensin oktan tinggi terjadi peningkatan selama musim mudik Lebaran 2019. Peningkatan terutama terjadi di sepanjang jalur mudik utama.


Secara nasional, permintaan bensin jenis Pertamax/Akra 92 pada Sabtu (8/6) kemarin meningkat sebesar 33,30 persen, disusul oleh Pertamax Turbo 8,60 persen, Premium 6,07 persen dan Pertalite 4,80 persen.

Namun, pada BBM jenis Solar, Biosolar dan Dexlite, konsumsinya justru turun hingga lebih dari 50 persen. Untuk bahan bakar mesin diesel hanya konsumsi Pertamina Dex yang meningkat, yakni sebesar 48,83 persen.

Meski meningkat, pemerintah memastikan kondisi pasokan BBM aman dengan ketahanan stok lebih dari 20 hari.

Selain ketersediaan BBM, Posko Nasional Sektor ESDM juga melaporkan kondisi ketenagalistrikan nasional aman. Total daya mampu pasok nasional mencapai 57.820,75 MegaWatt (MW).

Pengusahaan listrik PT PLN memiliki daya mampu sebesar 40.625,99 MW dan beban puncak 26.128,44 MW sehingga memiliki cadangan sistem sebesar 14.497,56 MW.


Status per 8 Juni, terdapat 20 daerah dengan cadangan cukup dan 2 daerah dengan kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu daerah Bima dan Nias.

Pada sektor geologi kondisi kebencanaan nasional, Posko melaporkan terdapat 69 jumlah gunung aktif, 48 gunung api dalam kondisi normal, 16 gunung api pada level waspada, 4 gunung api pada level siaga. Sedangkan untuk gerakan tanah/longsor nihil.

Sebagai informasi, Kementerian ESDM membuka Posko Nasional Sektor ESDM guna melakukan pemantauan atas pasokan energi selama musim lebaran 2019. Posko mulai berlaku efektif pada H-15 sampai dengan H+13 lebaran atau mulai 21 Mei hingga 21 Juni 2019.

Posko Nasional Sektor ESDM juga menyediakan layanan pelaporan melalui call center/hotline di beberapa subsektor, antara lain untuk BBM/Jargas/LPG 021-5276709 (BPH Migas), 1-500-000 (Pertamina), 021-633300 (PGN) dan 021-531110 (AKR); ketenagalistrikan (kode area)123; kebencanaan geologi 022-7272606; dan Layanan Call Center ESDM 136.

[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)