Menhub Sebut Tekan Tiket dengan Maskapai Asing Opsi Terakhir

CNN Indonesia | Minggu, 09/06/2019 11:17 WIB
Menhub Sebut Tekan Tiket dengan Maskapai Asing Opsi Terakhir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan keberadaan maskapai asing di dalam negeri agar harga tiket pesawat turun merupakan pilihan terakhir pemerintah. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Semarang, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan mengundang maskapai asing untuk masuk ke dalam negeri agar harga tiket pesawat bisa ditekan akan menjadi pilihan terakhir pemerintah. Langkah tersebut akan dilakukan setelah semua upaya penurunan harga tiket pesawat yang dilakukan pemerintah gagal membuahkan hasil memuaskan.

Ia mengatakan saat ini Kementerian Perhubungan masih fokus pada perbaikan dan efisiensi maskapai agar harga tiket pesawat terbang bisa ditekan. 

"Prioritas kami tetap pada bagaimana maskapai melakukan improvement, lakukan efisiensi sehingga tarif itu tidak tinggi. Tapi kami tidak bisa menutup kalau memang opsi itu (investasi asing) ada, " kata Budi usai meninjau Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, Minggu (9/6).


Wacana soal mengundang maskapai asing untuk berkompetisi di dalam negeri disampaikan oleh Budi awal Juni lalu. Ia mengaku mendapatkan saran dari Presiden Jokowi untuk  memberi kesempatan lebih luas kepada maskapai asing berkompetisi di dalam negeri.


Adapun, saran diberikan berkaitan dengan kenaikan harga tiket pesawat di dalam negeri yang terjadi dalam enam bulan terakhir. Kenaikan harga tersebut diyakini terjadi karena kurangnya kompetisi yang dialami oleh maskapai di dalam negeri.

Wacana tersebut pun mendapatkan banyak komentar. Salah satunya, dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

JK menilai gagasan memasukkan maskapai asing dalam persaingan bisnis di sektor penerbangan domestik tidak akan serta merta menurunkan harga tiket pesawat. Alasannya, maskapai asing juga dinilai memiliki segudang pos pengeluaran yang sama seperti maskapai nasional.

Pengeluaran itu antara lain, bahan bakar avtur, pemeliharaan, gaji pegawai, dan lainnya. Menurutnya, indikator pengeluaran yang sama akan membuat tarif penerbangan jadi tidak jauh berbeda.

[Gambas:Video CNN]

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan walau memunculkan persaingan tarif tiket yang lebih kompetitif, keberadaan maskapai asing di dalam negeri bisa membuat maskapai nasional berteriak.

Pasalnya, para maskapai nasional belakangan terus mengeluhkan biaya operasional yang tinggi dan tarif tiket penerbangan murah kepada masyarakat. Hal tersebut membuat pendapatan mereka tidak maksimal.

"Nah, jadi sekarang pemerintah memilih apa? Pemerintah tidak hanya memilih maskapai, tapi juga memilih konsumen," imbuhnya.





(dmr/agt)