Aksi Ambil Untung Diramal Tekan IHSG Kamis Ini

CNN Indonesia | Kamis, 13/06/2019 06:45 WIB
Aksi Ambil Untung Diramal Tekan IHSG Kamis Ini Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal akan bergerak lesu pada Kamis (13/6). Aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi beberapa waktu belakangan ini akan membebani pergerakan indeks.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengatakan IHSG sedang berada dalam area jenuh beli (overbought). Maklum, IHSG menguat dalam beberapa hari terakhir hingga sempat tembus lebih dari 6.300 dari posisi sebelumnya yang di bawah 6.000.

"Kami memproyeksikan IHSG masih tertekan dihantui aksi ambil untung investor dengan potensi menutup gap pada support resistance 6.200-6.300," papar Lanjar seperti dikutip dari risetnya, Kamis (13/6).


Kendati tertekan, bukan berarti pelaku pasar tak bisa melakukan transaksi beli sedikipun. Menurut Lanjar, pasar bisa mencermati pergerakan beberapa saham, seperti PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).


Di sisi lain, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyebut IHSG memiliki peluang untuk bangkit (rebound) pasca koreksi pada penutupan perdagangan kemarin. Hal ini dilihat dari kacamata teknikal.

"(Prediksi) IHSG 6.228-6.321. Ringkasan (IHSG) strong buy," kata Edwin melalui risetnya.

Strong buy adalah sebuah istilah yang mengartikan harga saham akan meningkat dalam jangka pendek dan tak jarang kenaikannya bersifat signifikan. Prediksi itu terlihat dari sisi teknikal dan fundamental saham atau IHSG itu sendiri.

Pelaku pasar, sambung Edwin, bisa memperhatikan beberapa saham, misalnya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), AKR Corporindo, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

[Gambas:Video CNN]

Diketahui, IHSG melemah 0,47 persen atau 29,81 poin ke level 6.276. Pelaku pasar asing yang beberapa hari terakhir memborong saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini mulai menarik dananya, sehingga mereka tercatat jual bersih atau net sell di all market sebesar Rp189,55 miliar.

Hal yang sama terjadi pada bursa saham Wall Street, di mana seluruh indeksnya merah tadi malam. Tercatat, Dow Jones terkoreksi 0,17 persen, S&P500 0,2 persen, dan Nasdaq Composite 0,38 persen.
 
(aud/agt)