Dorong Perputaran Uang, OJK Bakal Optimalkan Peran Fintech

CNN Indonesia | Jumat, 14/06/2019 11:38 WIB
Dorong Perputaran Uang, OJK Bakal Optimalkan Peran Fintech OJK bakal mengoptimalkan peran fintech layanan pinjam meminjam online (P2P lending) guna mendorong masyarakat menaruh uang di sistem keuangan.(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ingin mengoptimalkan peran fintech layanan pinjam meminjam online (P2P lending) guna mendorong masyarakat menaruh uang di sistem keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan selain meningkatkan inklusi masyarakat ke sektor keuangan, peran fintech juga dapat meningkatkan laju perputaran (velositas) uang.


Kalau uang ditaruh di kantong tidak ada manfaatnya. Dengan teknologi, melalui uang elektronik dan sebagainya uang akan tetap berada di sektor perbankan dan akan menjangkau area pedesaan yang selama ini tidak terjangkau," ujar Wimboh di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (13/6).


Berdasarkan data OJK, penyaluran pinjaman fintech P2P lending terus melesat. Hingga awal Mei 2019, penyalurannya mencapai Rp8,2 triliun atau melesat 63 persen sejak awal tahun.

Di sisi lain, rasio pinjaman macetnya juga meningkat. Hal itu tercermin dari TKB90 yang meningkat. TKB90 merupakan ukuran tingkat keberhasilan penyelenggaraan fintech P2P lending dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu 90 hari sejak jatuh tempo.


OJK mencatat, rasio pinjaman macet akibat kelalaian penyelesaian kewajiban lebih dari 90 hari pada April 2019 sebesar 1,63 persen. Meski turun dibandingkan Maret 2019 yang mencapai 2,62 persen, rasio tersebut naik dari posisi akhir tahun lalu yang ada di kisaran 1,5 persen.

"Kami akan terus memonitor sehingga risiko kepada masyarakat bisa diminimalkan," ujarnya.

Sebagai informasi, per 2 Mei 2019, total perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar mencapai 113 perusahaan yang terdiri dari 107 perusahaan konvensional dan 6 perusahaan syariah.
[Gambas:Video CNN] (sfr/agi)