BKPM Sebut Investor Sambut Baik Hasil Pilpres 2019

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 18:32 WIB
BKPM Sebut Investor Sambut Baik Hasil Pilpres 2019 Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan investor menyambut baik hasil Pilpres di Indonesia. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan investor menyambut baik penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019 silam. Tak hanya dari sisi penyelenggaraan, investor juga menyambut baik hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019. Mereka memperoleh 85.607.362 suara sah setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.

Saat ini, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menjadi penantang Jokowi-Ma'ruf Amin tengah menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).


"Meskipun demikian, komunitas investor menanggapi sangat baik hasil pemilu yang sudah terjadi," paparnya, Selasa (18/6).


Tak hanya itu, ia mengungkapkan investor langsung menyatakan minat investasinya usai pesta demokrasi digelar. Mereka juga melancarkan pertanyaan terkait peluang investasi ke depan.

"Mereka cari tahu ke kami apa peluang-peluang investasi dan arah-arah kebijakan atau terobosan, dan gagasan baru yang bisa kami antisipasi di periode keduanya Pak Presiden (Joko Widodo)," imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia meyakini pertumbuhan investasi akan kembali menggeliat pasca gelaran Pilpres 2019 yang berlangsung kondusif dan aman. Investasi juga akan mendapatkan dorongan dari kenaikan peringkat utang oleh Standard & Poor's (S&P).

Lembaga pemeringkat utang global itu, menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB dengan prospek stabil pada awal Juni ini.

"Pasti sudah mulai tumbuh (investasi usai Pemilu). Jadi sekali lagi terlepas dari sosok keempat capres dan cawapres, pada dasarnya investor itu sukanya stabilitas dan kontinuitas," katanya.

Ia meyakini pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) bisa menyentuh pertumbuhan dua digit sepanjang tahun ini. BKPM sendiri mencatat realisasi investasi pada kuartal I 2019 Rp195,1 triliun. Investasi tersebut hanya bertumbuh 5,3 persen dibanding capaian tahun sebelumnya yang Rp185,3 triliun.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/agt)