Seperti diberitakan Reuters, Minggu (23/6), FedEx mengatakan tidak sengaja atas mengirimkan paket ke alamat yang salah. Perusahaan jasa pengiriman AS itu pun meminta maaf atas kesalahan tersebut.
"FedEx bisa menerima dan mengirimkan semua produk Huawei, kecuali untuk yang akan dikirimkan ke entitas Huawei yang ada di AS," tulis keterangan resmi Global Times, seperti dilansir Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, FedEx belum memberikan tanggapan.
Sebelumnya, perkara pemblokiran paket terjadi saat Huawei menerbangkan paket dari Jepang ke China. Paket tersebut diketahui dibawa kembali ke AS.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah China curiga FedEx memblokir pengiriman paket Huawei. Langkah ini seperti menyamai sikap Presiden AS Donald Trump yang memblokir penggunaan perangkat Huawei, perusahaan teknologi raksasa asal China.
Pernyataan resmi Pemerintah China menyatakan tindakan FedEx telah secara serius merusak hak dan kepentingan klien yang sah, dan melanggar undang-undang dan peraturan China tentang sektor pengiriman ekspres. Karenanya, Pemerintah China berencana menyelidiki permasalahan ini.
Kami menyambut operasi sah perusahaan asing di China. Tetapi, jika mereka melanggar hukum di China, kami perlu menyelidikinya sesuai dengan hukum yang berlaku di China," ujar Wakil Menteri Perdagangan sekaligus Wakil Negosiator Perdagangan China Wang Shouwen, seperti dilansir CNN.com, awal bulan ini.
(ani/bir)