Sinyal 'Damai' AS-China Bikin Bursa Saham Asia Melesat

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 13:40 WIB
Sinyal 'Damai' AS-China Bikin Bursa Saham Asia Melesat Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa saham Asia melonjak pada perdagangan Rabu (19/6), seiring dengan reli yang terjadi pada bursa Wall Street. Bursa saham terdongkrak sentimen tanda-tanda meredanya perang dagang antara AS dan China.

Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong melonjak 2,34 persen, Shanghai Compite Index (SHCOMP) melaju 1,4 persen. Indeks Nikkei (N225) Tokyo juga naik 1,8 persen dan indeks Kospi di Korea Selatan menguat lebih dari 1 persen hingga perdagangan siang ini.
Sementara, IHSG hingga perdagangan siang ini turut naik 0,86 persen ke level 6.311.

Dikutip dari CNN, bursa berjangka Amerika Serikat (AS) juga turut terdongkrak setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan antara AS dan China akan dilakukan mulai Rabu waktu setempat.


Namun, Analis memperingatkan bahwa kenaikan pasar hanya sementara, serta mengingatkan kemajuan konkret atas kesepakatan dagang antara AS dan China tak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

"Pasar bereaksi positif terhadap fakta bahwa setidaknya kedua belah pihak bersedia berbicara terkait perdagangan. Bahkan jika hanya akan memberikan dorongan jangka pendek," tulis Ekonom ING Iris Pang dalam risetnya.

Kemarin, perdagangan pada sejumlah bursa saham juga menghijau ditopang oleh sentimen bahwa Bank Sentral Eropa dapat menyuntikkan zona Euro dengan stimulus ekonomi bersama dengan ekspektasi penurunan bunga oleh The Fed.


Bursa saham AS tadi malam juga mencatatkan lonjakan usai Trump menyatakan bahwa ia telah melakukan pembicaraan sangat baik dengan Presiden Xi Jinping dan keduanya akan melakukan pertemuan pada KTT G20 di Jepang akhir bulan ini.

Tak lama kemudian, Xi menggemakan nada optimis Trump, mengatakan bahwa China dan ASharus mendorong "hasil positif" di KTT para pemimpin dunia, untuk "menyuntikkan kepercayaan dan vitalitas ke pasar global," seperti yang ditulis kantor berita Xinhua.


(CNN/agi)