Tutup 6 Gerai Giant, Hero Supermarket Sudah Dua Tahun Rugi

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 12:10 WIB
Tutup 6 Gerai Giant, Hero Supermarket Sudah Dua Tahun Rugi Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Hero Supermarket Tbk disebut bakal menutup enam gerai ritel Giant miliknya pada 28 Juli 2019. Keenam gerai tersebut, yakni Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Hingga kini, pihak Hero belum dapat dikonfirmasi terkait penyebab penutupan toko. Namun, bagaimana sebenarnya kinerja jaringan supermarket itu?

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada akhir Maret 2019, Hero Supermarket mencatatkan kerugian sebesar Rp3,5 miliar. Jumlah tersebut sebenarnya turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,13 miliar.



Pada periode yang sama, pendapatan bersih perseroan naik tipis dari Rp3,04 triliun menjadi Rp3,06 triliun. Namun, beban pokok penjualan juga ikut naik dari Rp2,18 triliun menjadi Rp2,19 triliun. Demikian pula dengan beban usaha yang naik dari Rp944 miliar menjadi Rp956 miliar.

Sementara pada sepanjang tahun lalu, Hero membukukan rugi bersih mencapai Rp1,25 triliun, melonjak dari rugi pada 2017 sebesar Rp191 miliar. Melejitnya rugi bersih terutama terjadi akibat biaya restrukturisasi yang muncul pada tahun lalu sebesar Rp1,38 triliun.

Dalam keterbukaan informasi publik beberapa waktu lalu, Hero Supermarket mengaku dua unit bisnisnya di bidang makanan dan minuman, Giant Supermarket dan Hypermarket membukukan penurunan penjualan dan peningkatan kerugian. Sementara Hero Supermarket masih berkontribusi positif pada bisnis lain.


Di sisi lain, bisnis nonmakanan perusahaan tumbuh cukup signifikan dengan penjualan naik 21 persen menjadi Rp2,63 triliun. Penjualan tersebut terutama ditopang oleh bisnis IKEA dan Guardian.

Sementara pada 2016, perusahaan berhasil mencatatkan untung Rp120,59 miliar, setelah rugi Rp144,08 miliar pada 2015.

Akibat rugi selama beberapa tahun terakhir, modal perusahaan juga perlahan tergerus. Pada 2015, ekuitas atau modal perusahaan mencapai Rp5,43 triliun
[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Hero Supermarket telah lebih dulu menutup 26 gerainya pada awal tahun ini seiring dengan lesunya bisnis makanan yang dijual perseroan. Dampaknya, ketika itu, 532 orang karyawan dirumahkan.

Sementara berdasarkan informasi saat ini di situs resmi perusahaan, Hero Supermarket memiliki 32 gerai Hero, 134 gerai Giant, 272 gerai Guardian, dan satu gerai IKEA. (agi/agi)


BACA JUGA