Rupiah Menguat Rp14.146 per Dolar AS Terangkat Surplus Dagang

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 16:40 WIB
Rupiah Menguat Rp14.146 per Dolar AS Terangkat Surplus Dagang Ilustrasi mata uang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.146 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (24/6) pagi. Angka itu menguat 0,06 persen dibandingkan penutupan Kamis (20/6) yakni Rp14.155 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat rupiah di posisi Rp14.165 per dolar AS atau melemah dibanding Jumat lalu yakni Rp14.116 per dolar AS. Hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.146 hingga Rp14.168 per dolar AS.

Sore hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia masih menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, ringgit Malaysia menguat 0,11 persen, dan rupee India menguat 0,16 persen.


Kemudian, baht Thailand menguat 0,18 persen, peso Filipina menguat 0,35 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,64 persen. Di sisi lain, yen Jepang dan yuan China masing-masing melemah sebesar 0,08 persen dan 0,16 persen.


Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, namun euro dan dolar Australia kompak menguat 0,15 persen dan 0,33 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan hari ini rupiah mendapat angin segar dari neraca perdagangan Indonesia bulan Mei yang surplus US$207,6 juta. Meski memang, secara tahun kalender, neraca perdagangan antara Januari hingga Mei masih defisit US$2,14 miliar.

Selain dari dalam negeri, terdapat sentimen eksternal yang saat ini melemahkan indeks dolar AS. Pertama, fokus pelaku pasar sekarang menuju pads pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 28 hingga 29 Juni mendatang.

Kedua, analis semakin percaya bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga acuan Fed Rate sebesar 25 basis poin pada rapat komite pasar federal terbuka (FOMC) bulan depan.

[Gambas:Video CNN]

"Selain itu, penurunan suku bunga juga merupakan pertanda bahwa mode investasi agresif bisa dipasang, karena dunia usaha dan rumah tangga akan lebih ekspansif ke depan," jelas Ibrahim, Senin (24/6). (glh/lav)