"Alhamdulillah nilai tukar terus stabil bahkan menguat. Pada posisi kemarin ditutup menguat di Rp14.180 per dolar AS," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (21/6).
Bahkan, kata dia, rupiah hari ini sempat berada di bawah Rp14.100 per dolar AS. Namun, RTI Infokom mencatat sore ini rupiah berada di angka Rp14.168 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perry menyatakan total aliran dana asing yang masuk ini tersebar di beberapa portofolio, antara lain saham, Surat Berharga Negara (SBN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan saham. Ia menyebut mayoritas ditempatkan di SBN.
Sebelumnya, rupiah sempat melorot hingga ke level Rp14.328 per dolar AS pada Selasa (18/6) kemarin. Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar berpendapat hal itu terjadi karena pelaku pasar menanti hasil rapat The Fed dan BI terkait suku bunga acuan.
Seperti diketahui, pelaku pasar memprediksi The Fed menurunkan suku bunga acuannya setelah data ekonomi AS terus memburuk. Maka dari itu, pelaku pasar juga menunggu narasi ekonomi yang akan disampaikan Gubernur The Fed Jerome Powell. (aud/agt)