Hal itu disampaikan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) dalam laporan pemantauan rutin terhadap perdagangan 20 negara ekonomi paling maju di dunia tersebut.
Laporan WTO mencatat bahwa beberapa pembatasan perdagangan yang lebih signifikan sedang dipertimbangkan. Hal itu meningkatkan tantangan dan ketidakpastian ekonomi global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tren stabil yang kita lihat selama hampir satu dekade sejak krisis keuangan telah berganti dengan peningkatan tajam dalam ukuran dan skala pembatasan perdagangan selama setahun terakhir," kata Ketua WTO Roberto Azevedo seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/6).
Roberto Azevedo menyampaikan langkah-langkah liberalisasi perdagangan baru adalah rata-rata bulanan terendah sejak WTO mulai memantau pada Mei 2012. Sementara itu, pembatasan perdagangan baru tercatat 3,5 kali lebih tinggi dibanding rata-rata laporan pemantauan WTO sejak 2012.
Menurut dia, pembatasan perdagangan akan menimbulkan sejumlah konsekuensi, di antaranya berupa peningkatan ketidakpastian, investasi yang lebih rendah dan pertumbuhan perdagangan yang lebih lemah.
Azevedo menyebut ada kebutuhan mendesak bagi para pemimpin negara anggota G20 untuk mengambil keputusan. Para pemimpin akan bertemu akhir pekan ini di Osaka, Jepang.
[Gambas:Video CNN] (reuters/lav)