WTO: Pembatasan Dagang antar Negara G20 Naik 3,5 Kali Lipat

CNN Indonesia | Rabu, 26/06/2019 02:48 WIB
WTO: Pembatasan Dagang antar Negara G20 Naik 3,5 Kali Lipat Ilustrasi WTO. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI).
Jakarta, CNN Indonesia -- Negara-negara dengan ekonomi paling maju di dunia yang menjadi anggota Konferensi Tingkat Tinggi G20 diketahui menetapkan 20 pembatasan perdagangan baru antara Oktober 2018 hingga Mei 2019 dengan cakupan nilai perdagangan sebesar US$335,9 miliar. Nilai itu meningkat paling tinggi, yakni mencapai 3,5 kali lipat dari periode 2012.

Hal itu disampaikan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) dalam laporan pemantauan rutin terhadap perdagangan 20 negara ekonomi paling maju di dunia tersebut.

Laporan WTO mencatat bahwa beberapa pembatasan perdagangan yang lebih signifikan sedang dipertimbangkan. Hal itu meningkatkan tantangan dan ketidakpastian ekonomi global.


Pada periode sebelumnya, hambatan perdagangan dilakukan terhadap produk senilai US$ 480,9 miliar. Kenaikan hambatan baru merupakan 'lonjakan dramatis' dalam pembatasan impor.


"Tren stabil yang kita lihat selama hampir satu dekade sejak krisis keuangan telah berganti dengan peningkatan tajam dalam ukuran dan skala pembatasan perdagangan selama setahun terakhir," kata Ketua WTO Roberto Azevedo seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/6).

Kendati demikian, langkah pengurangan hambatan lebih besar dari jumlah hambatan yang disiapkan. Forum G20 juga disebut-sebut menerapkan 29 langkah lain untuk mengurangi hambatan perdagangan selama periode tersebut, dengan cakupan nilai perdagangan mencapai US$397,2 miliar.

Roberto Azevedo menyampaikan langkah-langkah liberalisasi perdagangan baru adalah rata-rata bulanan terendah sejak WTO mulai memantau pada Mei 2012. Sementara itu, pembatasan perdagangan baru tercatat 3,5 kali lebih tinggi dibanding rata-rata laporan pemantauan WTO sejak 2012.


Menurut dia, pembatasan perdagangan akan menimbulkan sejumlah konsekuensi, di antaranya berupa peningkatan ketidakpastian, investasi yang lebih rendah dan pertumbuhan perdagangan yang lebih lemah.

Azevedo menyebut ada kebutuhan mendesak bagi para pemimpin negara anggota G20 untuk mengambil keputusan. Para pemimpin akan bertemu akhir pekan ini di Osaka, Jepang.

[Gambas:Video CNN] (Reuters/lav)