Trump 'Pede' China Tentukan Sepakat Dagang saat G20

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 15:01 WIB
Trump 'Pede' China Tentukan Sepakat Dagang saat G20 Ilustrasi Donald Trump dan Xi Jinping. (REUTERS/Jonathan Ernst).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan 'tidak masalah' jika Presiden China Xi Jinping menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akhir Juni 2019 INI di kota Osaka, Jepang.

Trump memprediksi kesepakatan perdagangan dengan Beijing akan bertemu pada titik tertentu. "Kita akan melihat. Akhirnya mereka akan membuat kesepakatan," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel seperti dikutip Reuters, Jumat (14/6) waktu setempat.

Trump berulang kali mengatakan akan bertemu dengan Xi di sela KTT, meskipun China belum mengkonfirmasi pertemuan tersebut.


Kedua pria itu terakhir bertemu pada KTT G20 2018 di Argentina. Dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu setuju untuk menghentikan sejenak perang dagang yang terjadi.


Trump juga mengatakan China memanipulasi mata uangnya untuk menghindari tekanan tarif AS terhadap barang-barang Negeri Tirai Bambu.

"Mereka membayar ratusan miliar dolar. Saya memiliki 25 persen dari US$250 miliar. Mereka memanipulasi mata uang mereka untuk membayarnya, "kata Trump.

AS dan China telah terlibat dalam ketegangan perdagangan sejak tahun lalu. Hal itu ditandai oleh pengenaan tarif impor masing-masing negara, karena Washington berupaya agar Beijing melakukan perubahan pada kebijakan bisnisnya.

Kedua negara terlibat dalam pembicaraan untuk mencapai mufakat pada Mei lalu, tetapi justru berakhir tanpa kesepakatan. Washington menuduh Beijing mengingkari beberapa janji. Hal itu kemudian disangkal China.


Dalam perkembangannya, China telah meningkatkan tensi retorika sejak bulan lalu. Xi berjanji untuk 'berjuang sampai akhir' dalam perang perdagangan dan tidak menyerah pada tekanan atau kompromi dalam prinsip bisnisnya.

Dalam Taoran Notes, akun media sosial yang digunakan China untuk merilis informasi perdagangan dipaparkan, jika AS dapat kembali ke konsensus yang dicapai tahun lalu, dan berusaha menyelesaikan masalah inti China, maka sangat mungkin KTT Osaka dapat menandai titik balik penyelesaian masalah.

"Jika beberapa orang di AS masih berpikir untuk menjalankan permainan dengan tekanan ekstrem dan melanjutkan ketidakstabilan dan ketidakdewasaan saat ini dalam pernyataan eksternal mereka, maka saya khawatir hanya ada satu hal untuk dikatakan: tidak ada gunanya bertemu dan tidak ada gunanya dalam berbicara," demikian tertulis dalam Taoran Notes.

[Gambas:Video CNN] (Reuters/lav)