Giant Tutup 6 Toko Demi Transformasi Bisnis

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 15:14 WIB
Giant Tutup 6 Toko Demi Transformasi Bisnis Manjemen Giant mengakui memutuskan menutup 6 gerai demi transformasi bisnis. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen Giant, bisnis swalayan milik PT Hero Supermarket Tbk, memastikan akan menutup enam gerai pada 28 Juli 2019 nanti. Penutupan toko dilakukan sebagian dampak dari transformasi bisnis yang dilakukan perseroan.

"Kami sedang melakukan transformasi bisnis dan akan berdampak pada beberapa toko kami. Giant akan tutup toko per 28 Juli 2019 dan hal ini sudah dikomunikasikan kepada rekan kerja di toko," ujar Direktur Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/6).

Enam gerai Giant yang akan ditutup adalah Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Diakui Wahyu, sebetulnya, keputusan menutup toko bukan lah hal yang mudah. "Tetapi, perlu dilakukan guna merespons perilaku konsumen yang berubah dengan cepat," tutur dia.


Menurut dia, manajemen akan terus mengembangkan strategi jangka panjang agar tetap kompetitif dan memenuhi perubahan pola belanja pelanggan. Antara lain, penataan ulang ruang usaha, peningkatan kualitas, skala, serta kesegaran di seluruh toko, serta menyesuaikan general merchandise untuk memberi nilai lebih kepada pelanggan.

"Giant adalah brand yang kuat, tapi perlu adaptasi dan menyesuaikan dengan perubahan kebutuhan konsumen. Kami perlu berinvestasi di toko-toko kami, meningkatkan daya saing, menurunkan biaya, dan meningkatkan produktivitas untuk memastikan bahwa kami memiliki struktur yang efektif dan efisien untuk melayani pelanggan," imbuh Wahyu.

Sebagai gambaran, Hero Supermarket merugi dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan laporan keuangan per akhir Maret 2019, Hero Supermarket mencatatkan kerugian sebesar Rp3,5 miliar. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan kerugian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,13 miliar.


Sementara pada sepanjang tahun lalu, Hero membukukan rugi bersih mencapai Rp1,25 triliun, melonjak dari rugi pada 2017 sebesar Rp191 miliar. Melejitnya rugi bersih terutama terjadi akibat biaya restrukturisasi yang muncul pada tahun lalu sebesar Rp1,38 triliun.

Dalam keterbukaan informasi publik beberapa waktu lalu, Hero Supermarket mengaku dua unit bisnisnya di bidang makanan dan minuman, Giant Supermarket dan Hypermarket membukukan penurunan penjualan dan peningkatan kerugian. Sementara Hero Supermarket masih berkontribusi positif pada bisnis lain.

Di sisi lain, bisnis nonmakanan perusahaan tumbuh cukup signifikan dengan penjualan naik 21 persen menjadi Rp2,63 triliun. Penjualan tersebut terutama ditopang oleh bisnis IKEA dan Guardian.

Sebelumnya, Hero Supermarket telah lebih dulu menutup 26 gerainya pada awal tahun ini seiring dengan lesunya bisnis makanan yang dijual perseroan. Dampaknya, ketika itu, 532 orang karyawan dirumahkan.
[Gambas:Video CNN]


(bir)